KATADIA GOWA || Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Moh. Ilham Agung Setyawan, terus mendorong penguatan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui pembinaan keagamaan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Belajar Fiqih Ibadah yang diikuti WBP di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman WBP terhadap ajaran Islam, khususnya mengenai dasar dan tata cara pelaksanaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pembelajaran disampaikan Staf Pembina Kepribadian, Muh. Arifai. Dalam kegiatan tersebut, WBP mendapatkan pemahaman mengenai sumber hukum dalam Islam yang meliputi Al-Qur’an, Hadits Nabi, dan Ijtihad Ulama.
Penyampaian materi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada WBP mengenai landasan dalam menjalankan berbagai ketentuan agama Islam.
Selain memperoleh pengetahuan keagamaan, kegiatan belajar Fiqih Ibadah juga menjadi ruang bagi WBP untuk berdiskusi dan menghubungkan materi yang diterima dengan praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa Moh. Ilham Agung Setyawan mengatakan, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan diri WBP selama menjalani masa pembinaan di Lapas.
“Kegiatan belajar Fiqih Ibadah penting untuk memberikan pemahaman kepada WBP mengenai dasar dan tata cara menjalankan ibadah dengan baik. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak hanya dipahami selama mengikuti pembinaan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ilham.
Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan pengetahuan agama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk sikap, kedisiplinan, serta kesadaran WBP untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Ilham menegaskan, pembinaan kepribadian menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan karena WBP tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga nilai-nilai moral dan keagamaan sebagai bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Belajar Fiqih Ibadah, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus berupaya menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan. Program tersebut diharapkan dapat membantu WBP memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.
Dengan penguatan pembinaan keagamaan secara konsisten, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa berkomitmen mempersiapkan WBP agar mampu kembali ke lingkungan masyarakat dengan membawa bekal pengetahuan, nilai-nilai keagamaan, dan perubahan karakter yang positif.