Terhubung dengan kami

Pemkot Makassar

Sambut Sumpah Pemuda 2026, Appi Targetkan Makassar Creative Hub di 15 Kecamatan

Dipublikasikan

pada

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menargetkan Makassar Creative Hub hadir di 15 kecamatan untuk memperluas ruang kreativitas dan partisipasi pemuda dalam pembangunan.

KATADIA MAKASSAR || Menyambut Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

Munafri yang akrab disapa Appi menekankan bahwa pemuda tidak cukup hanya diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga harus dilibatkan secara aktif dalam merumuskan solusi, menyusun kebijakan, hingga mengawal pelaksanaan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 bertema “Dari Aksi Menjadi Kebijakan: Mengakar, Berdampak, dan Berkelanjutan” di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026).

“Lewat kongres Sumpah Pemuda ini, merupakan momen penting bagi Pemerintah Kota untuk mendengarkan saran dan aspirasi generasi muda,” ujar Appi.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan karena mempunyai perspektif segar, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan zaman.

Karena itu, keterlibatan pemuda harus diwujudkan melalui ruang dialog yang terbuka dan partisipasi nyata dalam proses pembangunan, bukan sekadar menjadi formalitas dalam setiap kegiatan kepemudaan.

“Pemuda tidak hanya perlu didengar, tetapi harus dilibatkan dalam merumuskan solusi dan kebijakan yang menyangkut masa depan daerah kita,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi generasi muda, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai ruang interaksi, pengembangan keterampilan, dan akselerasi kreativitas anak muda.

Appi menjelaskan, fasilitas tersebut dirancang untuk menjangkau generasi muda dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar SMA dan SMK yang tidak secara langsung berada dalam lingkup kewenangan pendidikan dasar pemerintah kota.

Melalui MCH, anak muda diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk menuangkan gagasan, mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan atau upskilling, serta melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Makassar Creative Hub ini dibangun menjadi ruang interaksi dan ruang akselerasi bagi pemuda untuk meningkatkan kemampuan diri mereka,” ungkapnya.

Appi mengakui bahwa penyediaan infrastruktur dan ruang kreativitas bagi generasi muda masih perlu terus diperluas. Untuk itu, Pemkot Makassar berkomitmen memaksimalkan pengembangan fasilitas tersebut selama lima tahun masa kepemimpinannya.

Ia menargetkan Makassar Creative Hub dapat hadir di 15 kecamatan di Kota Makassar agar semakin banyak anak muda memperoleh akses terhadap ruang pengembangan diri, kolaborasi, dan inovasi.

Menurutnya, pemerataan akses menjadi penting agar kesempatan mengembangkan kreativitas tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi dapat menjangkau pemuda dari berbagai wilayah dan latar belakang sosial.

Selain memperluas ruang kreativitas, Appi menyoroti pentingnya mengoptimalkan bonus demografi agar menjadi kekuatan nyata dalam mendorong kemajuan daerah.

Ia menegaskan, besarnya jumlah penduduk usia produktif harus diiringi dengan kesempatan untuk berkreasi, berinovasi, meningkatkan kompetensi, dan terlibat langsung dalam berbagai sektor pembangunan.

“Kita tidak bicara hanya tentang bonus demografi, tetapi bagaimana bonus demografi ini mampu bergerak menjadi sumber energi, kreativitas, dan inovasi yang menggerakkan perubahan,” jelasnya.

Appi berharap Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 dapat menjadi ruang strategis untuk menghimpun gagasan, kreativitas, dan inovasi anak muda sekaligus menjembatani aspirasi mereka agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang konkret.

Ia juga mengingatkan agar rekomendasi yang dihasilkan melalui kongres tidak berhenti sebagai dokumen, melainkan ditindaklanjuti melalui program nyata dengan melibatkan generasi muda sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Dengan demikian, pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas dan mengawal keberhasilan program pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Appi turut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga keberlanjutan bahasa dan budaya daerah.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, serta mengembangkan bahasa daerah agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

“Tentu, kemajuan teknologi harus menjadi peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, dan mengembangkan bahasa daerah agar tetap relevan di tengah perubahan zaman,” kata Appi.

Kongres Pemuda Sulawesi Selatan yang diselenggarakan Basaibu Wiki-Sulsel bersama Rumah Budaya Rumata tersebut menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pegiat digital, dan generasi muda dalam menjaga warisan lokal.

Appi menilai, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan konvensional. Dibutuhkan inovasi dan pemanfaatan platform digital agar bahasa serta budaya daerah dapat diakses dan dipelajari oleh generasi berikutnya.

Ia juga berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan lintas sektor yang membahas berbagai persoalan, mulai dari lingkungan, teknologi, perubahan iklim, hingga isu-isu yang dirasakan langsung oleh generasi muda.

Lebih lanjut, Appi menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan seluruh program pembangunan. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Tidak boleh ada yang terlewat, tidak boleh ada yang tertinggal, dan tidak boleh ada yang tidak kelihatan,” imbuh mantan CEO PSM tersebut.

Ia berharap Kongres Pemuda Sulawesi Selatan dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang semakin luas, termasuk melibatkan pemuda dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

Pemkot Makassar, lanjutnya, terbuka untuk mendukung penyelenggaraan kongres sebagai ruang dialog sekaligus wadah yang mempertemukan gagasan anak muda dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Appi pun mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut secara serius untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah.

“Jadilah generasi yang tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga mampu mengubah aspirasi menjadi aksi, dan aksi menjadi dampak bagi masyarakat,” pesannya.

Ia berharap Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 mampu melahirkan rekomendasi, kolaborasi, dan komitmen berkelanjutan yang memperkuat kontribusi generasi muda bagi kemajuan Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.

“Kami berharap semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga tercermin dalam keterlibatan nyata anak muda untuk menjaga identitas budaya, menghadirkan inovasi, dan ikut menentukan masa depan Kota Makassar tercinta,” tutup Appi.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending