Terhubung dengan kami

Makassar

Progres 80 Persen, Disperkim Makassar Percepat Program Bedah Rumah

Dipublikasikan

pada

Pemkot Makassar menargetkan 419 unit bedah rumah rampung November 2026 dalam momentum HUT ke-419 Kota Makassar. Progres pengerjaan kini mencapai 80 persen.
Bedah rumah Kota Makassar 2026

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat pelaksanaan program bedah rumah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar, sebanyak 419 unit rumah ditargetkan rampung pada November 2026.

Program yang dilaksanakan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang masih menempati rumah tidak layak huni.

Kepala Disperkim Kota Makassar, Mahyuddin, mengatakan program bedah rumah yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 secara keseluruhan mencakup 451 unit rumah tidak layak huni.

Hingga Senin (2/11/2026), progres pengerjaan telah mencapai sekitar 80 persen. Pemerintah kota pun terus mendorong percepatan pengerjaan agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.

“Kita usahakan selesai di November ini sebanyak 419 unit, bersamaan dengan momentum ulang tahun Kota Makassar 2026,” ujar Mahyuddin.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program bedah rumah tersebar hampir di seluruh wilayah kecamatan di Kota Makassar. Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran di antaranya Kecamatan Mariso, Tallo, Panakkukang, Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Rappocini.

Penyerahan bantuan secara simbolis juga direncanakan dalam waktu dekat dengan menghadirkan langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

“Nantinya penyerahan simbolis bedah rumah, kita jadwalkan Bapak Wali Kota yang akan hadir langsung,” katanya.

Mahyuddin menjelaskan, penerima bantuan merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang menempati rumah tidak layak huni dan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi.

Persyaratan tersebut meliputi warga yang berdomisili di Kota Makassar, masuk dalam kriteria desil sasaran, serta memiliki bukti kepemilikan atau penguasaan lahan yang sah.

“Persyaratan kepemilikan lahan juga diperkuat dengan keterangan dari pihak kelurahan,” terang mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar itu.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disperkim membentuk tim verifikasi calon penerima sekaligus tim perencana. Tim tersebut bertugas melakukan penilaian kondisi rumah serta menyusun kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp70 juta untuk pembangunan rumah baru dan Rp35 juta untuk rehabilitasi rumah.

Selain menggunakan anggaran APBD, Kota Makassar juga memperoleh dukungan dari pemerintah pusat melalui program bantuan bedah rumah sebanyak 2.734 unit yang pelaksanaannya berada di bawah koordinasi Balai Perumahan.

Tidak hanya berfokus pada capaian tahun 2026, Disperkim juga telah menyiapkan peningkatan skala program bedah rumah untuk tahun berikutnya.

Pada 2027, Pemerintah Kota Makassar menargetkan sebanyak 1.300 unit rumah dapat memperoleh bantuan bedah rumah.

Target tersebut direncanakan melalui alokasi APBD Kota Makassar sebanyak 1.000 unit rumah, ditambah dukungan pemerintah pusat sebanyak 300 unit.

“Melalui program bedah rumah dan penataan kawasan permukiman, kita upayakan menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak dan tertata bagi warga,” tutup Mahyuddin.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat menikmati hunian aman, sehat, dan layak, sekaligus mendorong penataan kawasan permukiman secara berkelanjutan.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending