Terhubung dengan kami

Makassar

Daeng Malik Soroti Trotoar Besi yang Menghambat Akses bagi Penyandang Disabilitas di Makassar

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Kepala “suku”, pendidikan dan penerbitan, Daeng Malik, menyoroti keberadaan trotoar besi yang menjadi penghalang bagi pengguna jalan, khususnya bagi penyandang disabilitas.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber di penutupan program Konsorsium UK PACT yang tengah mengerjakan kajian revitalisasi angkutan umum serta kajian road safety, di Hyatt Place Sudirman Makassar, Selasa (11/3/2025).

Acara penutupan tersebut turut dihadiri oleh Asisten 1 Bidang Pembangunan dan Kesra Kota Makassar, H. Andi Muhammad Yasir, M.Si, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Wakasat Lantas Polrestabes Makassar, Bappeda Kota Makassar, serta Tim Transisi Wali Kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Malik membagikan pengalaman pribadinya saat mengunjungi Benteng Rotterdam, salah satu destinasi wisata bersejarah yang berada di titik nol Kota Makassar.

Saat menyusuri trotoar di sekitar lokasi, ia menemukan beberapa bagian trotoar yang mengalami kerusakan, bahkan ada yang terbuka dan membahayakan pejalan kaki, terutama penyandang disabilitas.

“Di tengah perjalanan, saya menabrak pohon besar yang berada di tengah trotoar. Tidak hanya itu, saya juga menabrak tiang lampu dan sempat tergelincir. Trotoar seperti ini tentu tidak ramah bagi penyandang disabilitas seperti saya,” ungkap Daeng Malik.

Selain itu, ia juga mengungkapkan pengalaman beberapa rekannya yang menggunakan kursi roda saat melintasi trotoar di berbagai titik di Kota Makassar.

Menurutnya, banyak trotoar yang terlalu sempit sehingga sulit untuk dilewati oleh pengguna kursi roda, yang membutuhkan ruang lebih luas agar bisa melintas dengan nyaman dan aman.

Daeng Malik berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi trotoar di Kota Makassar dengan memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi semua pengguna jalan, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Ia menekankan bahwa perbaikan infrastruktur harus mengedepankan prinsip inklusivitas agar setiap warga, tanpa terkecuali, dapat bergerak dengan lebih leluasa dan aman.

“Kami berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap trotoar di Makassar, agar bisa benar-benar menjadi fasilitas publik yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” pungkasnya.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending