KATADIA BARRU || Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si menghadiri acara Halal Bihalal Terpadu dan Temu Alumni Pengurus Daerah (PD) Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Kabupaten Barru, Ikatan Alumni DDI (IADI) Mangkoso, serta Kerukunan Santri DDI Mangkoso Asal Kabupaten Barru (Kesan Akrab).
Acara yang berlangsung di Lantai 6 MPP Kantor Bupati Barru ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Cabang (PC) DDI se-Kabupaten Barru dan Pengurus Kesan Akrab, serta penyerahan Memorandum of Understanding (MoU) antara DDI Mangkoso dan Pemerintah Kabupaten Barru.
Dengan mengusung tema “Mengokohkan Ukhuwah Addariyah dalam Konsolidasi Organisasi bersama Pemerintah Daerah untuk Barru Go Internasional”, kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh penting dari unsur pemerintah, organisasi keagamaan, serta para alumni dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup Abustan menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, SH., M.Si yang berhalangan hadir. Ia menekankan bahwa halal bihalal adalah momentum totalitas untuk saling memaafkan, mengingat kebaikan orang lain, dan melupakan keburukan yang pernah terjadi.
“Jangan sampai ada di antara kita yang belum saling memaafkan. Halal bihalal seperti ini adalah wadah silaturahmi yang wajib kita jaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya peran Ponpes DDI Mangkoso sebagai pusat pendidikan keagamaan yang telah melahirkan banyak tokoh dari berbagai profesi. Ia berharap para alumni dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di masyarakat.
Terkait usulan pengembangan Ponpes DDI dan kawasan wisata religi, ia meminta pengurus menunjukkan lokasi tanah yang akan diwakafkan. “Insya Allah nanti akan kita libatkan birokrat pemerintah sebagai bagian dari jalur wakaf. Dimulai dari saya, lalu Bupati, pimpinan OPD, hingga para camat,” ungkapnya.
Wabup juga menyampaikan rencana pembangunan gerbang selamat datang yang menyala di malam hari dan pemasangan 99 tiang Asmaul Husna di sepanjang jalan menuju Ponpes DDI Mangkoso. Hal ini sejalan dengan visi Bupati Andi Ina untuk menjadikan Mangkoso sebagai ikon kota santri Kabupaten Barru.
Dalam bidang pendidikan, ia mengimbau kepala sekolah agar meningkatkan jam pelajaran agama Islam di sekolah negeri dan memperhatikan kelengkapan data guru mengaji, termasuk sekolah Arab.
Untuk mendukung keberlanjutan kaderisasi santri, Wabup Abustan menginstruksikan kepada para pengurus PC DDI dan Kesan Akrab yang baru dilantik untuk merekrut lima anak Barru untuk belajar di DDI Mangkoso, disertai kontrak pengabdian setelah tamat. Bahkan, ia menyarankan agar kepala desa dapat memanfaatkan Dana Desa (ADD) untuk membiayai pendidikan mereka.
Ia juga menyoroti kurangnya imam dan ustaz di beberapa desa, khususnya di wilayah terpencil, yang menjadi tanggung jawab bersama.
Menutup sambutannya, Wabup menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan terkait MoU antara DDI dan Pemkab Barru, serta konsolidasi program keagamaan lainnya, yang akan segera dilaporkan kepada Bupati Andi Ina Kartika Sari.
“Mohon maaf tidak bisa berlama-lama karena masih ada rangkaian kegiatan lain yang harus saya hadiri,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara ini Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso, Ketua DPRD Kabupaten Barru, unsur Forkopimda, Ketua Umum PW DDI Sulsel, Ketua PD DDI Barru, Ketua STAI DDI Mangkoso, Ketua Baznas Barru, Keluarga Besar Puang Mangu, Camat dan Kapolsek Soppeng Riaja, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan alumni DDI Mangkoso lainnya.(**)