Terhubung dengan kami

Pendidikan

Plt Kadis Pendidikan Makassar Klarifikasi Isu Pembiayaan Baju Adat Pelajar saat Hardiknas di Karebosi

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar melalui Plt. Kepala Dinas Pendidikan, A. Bukti Djufrie, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar soal pembiayaan baju adat pelajar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Lapangan Karebosi. Pada Jumat  2 Mei 2025

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Forkopimda, serta ratusan pelajar SD dan SMP yang tampil mengenakan pakaian adat khas Sulawesi Selatan.

Isu yang menyebutkan bahwa baju adat para pelajar dibiayai secara pribadi ditepis langsung oleh A. Bukti Djufrie. Ia menegaskan bahwa seluruh pembiayaan untuk keperluan penampilan tari kolosal, termasuk sewa kostum, rias wajah (makeup), konsumsi, dan transportasi siswa, dibiayai melalui Dana BOS sekolah masing-masing.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam pengembangan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan tema keanekaragaman budaya dan kearifan lokal. Ini adalah bentuk pentas aksi dari ekstrakurikuler tari yang sesuai dengan arahan kurikulum,” jelas A. Bukti Djufrie, Sabtu (4/5/2025).

Ia menambahkan bahwa Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan karakter dan talenta seni siswa. Pelaksanaan P5 sendiri, lanjutnya, sudah diatur dalam petunjuk teknis Dana BOS melalui delapan standar pengelolaan pembelajaran.

Dalam kegiatan tersebut, keterlibatan siswa SMPN juga bervariasi. “Ada sekolah yang mengirimkan 20 siswa, ada juga yang hanya lima siswa. Semua berdasarkan kesiapan dan kapasitas masing-masing,” ungkapnya.

Plt. Kadis Pendidikan itu juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap isu yang mencuat, karena dirinya turut mendampingi langsung siswa selama proses latihan.

“Tentu saya selaku Plt. Kadis Pendidikan, yang menyaksikan langsung. Saya juga dari awal mengikuti terus, mendampingi latihan anak-anak kita,” tutur A. Bukti Djufrie.

Dengan klarifikasi ini, ia berharap publik dapat memahami bahwa kegiatan Hardiknas tersebut sepenuhnya merupakan bagian dari proses pendidikan dan penguatan karakter pelajar, bukan beban pribadi bagi orang tua atau siswa.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending