KATADIA BONE || Sebanyak 238 warga dari 34 lingkungan di Kecamatan Tanete Riattang Timur mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengurusan Jenazah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang Timur. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (18–19 Juni 2025), dan dipusatkan di dua lokasi: Masjid Jami Al Arsyad Cellu dan Masjid Panyula.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Bimtek bertujuan membentuk kader-kader di setiap lingkungan yang memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi peristiwa duka.
Camat Tanete Riattang Timur, Andi Iqbal Walinono, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan solusi atas persoalan yang sering terjadi di masyarakat saat menghadapi kematian.
“Sering kali keluarga almarhum kebingungan mencari orang yang memahami tata cara mengurus jenazah. Maka dari itu, kami menggagas kegiatan ini agar tiap lingkungan memiliki kader yang bisa membimbing masyarakat,” ujar Andi Iqbal.
Ia menyebutkan bahwa setiap lingkungan diwajibkan mengutus minimal tujuh orang peserta. Namun, ia menekankan bahwa para peserta tidak serta-merta diwajibkan untuk langsung menangani jenazah, melainkan lebih kepada fungsi edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Ketujuh orang ini bukan wajib menangani seluruh jenazah warga. Mereka punya tanggung jawab untuk menyampaikan informasi akurat tentang tata cara pengurusan jenazah kepada masyarakat,” lanjutnya.
Camat Andi Iqbal berharap para peserta segera menyosialisasikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing, sehingga masyarakat dapat lebih siap secara mental dan teknis dalam menghadapi musibah kematian.
“Kami ingin memastikan bahwa semua lingkungan memiliki orang-orang yang paham. Agar, masyarakat tidak lagi kebingungan saat menghadapi musibah kematian,” tutupnya.
Bimtek ini menjadi langkah preventif dan strategis dalam memperkuat pemahaman keagamaan serta semangat gotong royong masyarakat Tanete Riattang Timur, khususnya dalam menghadapi situasi kedukaan secara mandiri dan bermartabat.(**)