KATADIA MAKASSAR || Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, didampingi Anggota DPRD Makassar Tri Sulkarnain Ahmad dari Fraksi Mulia dan Basdir dari Fraksi PKB, menerima kunjungan Pengurus Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar, Jumat (16/5/2025).
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pelaku usaha hiburan malam dan pemerintah kota melalui DPRD Makassar.
Ketua DPRD Makassar, Supratman, menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya kembali kepengurusan AUHM setelah sempat mengalami kekosongan kepemimpinan. Ia menilai kehadiran kembali asosiasi ini sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengelola sektor usaha hiburan.
“Kita apresiasi dan mendukung dengan adanya kembali asosiasi AUHM. Selain sebagai mitra pemerintah, asosiasi ini bisa menjadi wadah yang menghimpun pelaku usaha hiburan di Makassar,” ujar Supratman.
Senada dengan itu, Anggota Komisi A DPRD Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad, menyambut baik kunjungan silaturahmi dari AUHM. Ia menegaskan dukungannya terhadap keberadaan asosiasi tersebut dan mengusulkan untuk segera mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh pelaku usaha hiburan dan pengurus AUHM.
“Kita sangat dukung penuh yang ada ini. Sebagai langkah awal, kita akan undang seluruh pelaku usaha dan pengurus asosiasi untuk RDP agar tercipta sinergi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi,” jelas Tri.
Sementara itu, Ketua AUHM Makassar, Tasbih Mursalin, yang hadir bersama sejumlah pengurus, menyampaikan terima kasih atas sambutan dari DPRD Makassar. Ia menegaskan bahwa AUHM siap menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengatur dan membina usaha hiburan malam di kota ini.
“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, kami ingin memastikan semua pelaku usaha bisa terhimpun, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi pemerintah kota dan masyarakat,” tutur Tasbih.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intens antara DPRD Makassar dan AUHM dalam mendukung iklim usaha hiburan yang tertib, sehat, dan berdampak positif bagi perekonomian kota.(**)