Terhubung dengan kami

Makassar

Satpol PP dan Dinsos Makassar Amankan Satu Keluarga Manusia Silver, Anak Kecil Dieksploitasi

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar bersama Dinas Sosial kembali melakukan penertiban terhadap praktik pengemis jalanan yang marak di sejumlah titik lampu merah. Dalam operasi terbaru, tim gabungan menjaring satu keluarga manusia silver yang beroperasi di perempatan Jalan Veteran–Jalan Sungai Saddang.

Salah satu yang diamankan adalah anak di bawah umur yang telah putus sekolah akibat dipaksa orang tuanya menjadi manusia silver. Saat diamankan pada malam hari, anak tersebut diketahui telah mengantongi Rp150 ribu hasil mengemis dalam waktu kurang lebih dua jam. Ironisnya, dari jumlah itu, ia hanya diberi upah Rp10 ribu oleh orang tuanya.

“Dia turun setelah maghrib. Sampai jam 8 malam saat kami amankan, sudah dapat Rp150 ribu. Uangnya disetor ke orang tua,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Makassar, Zuhur Dg Ranca, Minggu (6/8/2025).

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa ibu dan dua saudara anak tersebut juga berprofesi sebagai manusia silver dan telah diamankan oleh petugas. Namun, sang ayah yang diduga menjadi dalang eksploitasi berhasil melarikan diri saat hendak ditangkap.

Satpol PP Kota Makassar menegaskan akan terus menggencarkan patroli bersama Dinsos untuk menindak pelanggaran ketertiban umum, termasuk eksploitasi anak dalam bentuk mengemis di jalanan.

Kepala Satpol PP Makassar Fatur Rahman menyatakan bahwa praktik seperti ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan masa depan anak.

“Kami tidak akan toleransi terhadap eksploitasi anak, apalagi dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Ini menyangkut keselamatan dan hak anak yang harus dilindungi,” tegas salah satu petugas Satpol PP di lokasi penertiban.

Penertiban ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar menciptakan kota yang lebih tertib dan ramah anak, serta menekan jumlah pengemis jalanan yang kerap mengeksploitasi belas kasihan masyarakat.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending