KATADIA BONE || Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan panen padi di lokasi Brigade Pangan (BP) Dewa Harapan, Desa Ujung, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Kamis (4/9/2025).
Kegiatan panen turut dihadiri Direktur Polbangtan Gowa Dr. Detia Tri Yunandar, Anggota DPRD Bone A. Muh Idris Rahman dan Sulfiana, serta Forkopimcam Dua Boccoe. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sektor pertanian di Kabupaten Bone.
Panen kali ini menghasilkan capaian yang menggembirakan. Para petani berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga 8 ton per hektar, naik signifikan dari hasil sebelumnya yang hanya sekitar 3 ton per hektar. Peningkatan ini berkat dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta penggunaan bibit unggul dari pemerintah.
Bupati Bone menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti nyata bahwa program optimalisasi lahan rawa (oplah rawa) melalui gerakan Brigade Pangan Milenial mulai memberikan hasil positif.
“Alhamdulillah, program oplah rawa penggerak Brigade Pangan Milenial di Desa Ujung mampu menghasilkan 8 ton per hektar dari sebelumnya hanya 3 ton. Ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi kita semua,” ujar Andi Asman.
Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, baik pemerintah desa, Brigade Pangan, maupun masyarakat setempat.
“Komitmen kami adalah terus mendorong kesejahteraan petani agar Bone semakin menjadi daerah penyangga pangan nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Brigade Pangan Dewa Harapan, Jumardi, menuturkan bahwa program Kementerian Pertanian ini dilaksanakan di lahan seluas 150 hektar.
“Berdasarkan hasil uji ubinan dari BPP, potensi panen bisa mencapai 8 ton per hektar. Ini capaian yang sangat membanggakan dan menjadi motivasi bagi para petani di daerah lain,” kata Jumardi.
Dengan hasil tersebut, Kabupaten Bone semakin mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan sekaligus menjadi percontohan bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan produktivitas