KATADIA BONE || Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bone, menandai langkah nyata sekolah dalam mendukung inisiatif nasional untuk penguatan gizi remaja.
Sebagai salah satu institusi pendidikan di wilayah yang menjadi fokus awal usai Launching oleh Bupati Bone untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Nur Patangnga Jl.Husain Djeddawi no 35 yang juga hadir Kepala Sekolah SMA negeri 1 Bone, Drs.Muhdar, M.Pd., fokus awal distribusi MBG tiga sekolah SDN.22 dan 23 dan SMAN 1.
SMAN 1 atau yang sering disebut Smansa Bone berperan aktif memastikan seluruh peserta didik mendapatkan asupan makanan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga memenuhi standar gizi seimbang.
Kedatangan 2 unit Mobil Operasional tertulis SPPG BGN memasuki halaman sekolah disambut suka cita Para Siswa atau Peserta didik dan juga Kepala Sekolah Smansa dan Kasi SMA dari disdik Provinsi Sulsel serta para Guru, Senin (29/09/2025).
Program ini bertujuan mengatasi masalah kekurangan gizi tersembunyi, meningkatkan fokus dan motivasi belajar siswa, serta secara kolektif menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat dan cerdas, sejalan dengan tujuan utama program MBG yang menyasar jenjang pendidikan anak usia dini hingga menengah.
Secara operasional, pelaksanaan MBG di Smansa Bone diatur melalui mekanisme yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum lokal.
Makanan yang didistribusikan kepada siswa SMA, dengan alokasi anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan energi remaja, disajikan dalam bentuk menu Bergizi, Beragam, Seimbang, dan Aman (B2SA). Proses distribusi dilakukan secara teratur, seringkali pada jam istirahat atau sebelum siswa pulang, dengan melibatkan pengawasan dari guru dan operator sekolah. Hal ini memastikan bahwa setiap siswa menerima jatahnya, dan makanan yang disajikan memenuhi standar higienitas dan cita rasa yang dapat diterima oleh selera remaja.
Antusiasme peserta didik SMA Negeri 1 Bone terhadap program MBG ini terbilang tinggi. Selain makanan utama, komponen susu atau sumber protein lainnya juga menjadi bagian penting dari menu MBG untuk memastikan kebutuhan kalsium dan protein siswa terpenuhi. Keterlibatan siswa dalam proses pengambilan dan konsumsi makanan juga menumbuhkan kebiasaan pola makan sehat dan disiplin, yang merupakan aspek edukasi gizi yang melekat pada program ini.
Keberhasilan program MBG tidak lepas dari sinergi antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dan Kabupaten Bone, dan Badan Gizi Nasional (BGN). tidak hanya menjadi penerima manfaat,
tetapi juga menjadi model percontohan bagaimana program nasional ini dapat diintegrasikan secara efektif dalam lingkungan sekolah menengah. Melalui MBG, SMAN 1 Bone berkomitmen untuk menciptakan ekosistem belajar yang optimal. Dengan tubuh yang terisi gizi yang cukup, diharapkan prestasi akademik dan non-akademik siswa dapat meningkat, membuktikan bahwa investasi pada gizi adalah investasi paling penting untuk masa depan bangsa.(Dhany)