Terhubung dengan kami

PERISTIWA

Tiga Hari Hilang, Pemuda Asal Wajo Ditemukan Meninggal di Air Terjun Kembar Luwu Timur

Dipublikasikan

pada

KATADIA LUWU TIMUR || Setelah tiga hari dilakukan pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad seorang pemuda asal Wajo bernama Anjung (25), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Air Terjun Kembar, Desa Taripa, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur.

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa (4/11) sekitar pukul 12.30 WITA.

Peristiwa nahas itu bermula ketika Anjung bersama beberapa temannya berkunjung untuk berekreasi di lokasi wisata air terjun tersebut pada Minggu (2/11).

Saat menikmati suasana, korban sempat melompat dari atas air terjun ke kolam di bawahnya. Namun, setelah meloncat, korban tak kunjung muncul ke permukaan.

Rekan-rekannya yang panik segera melaporkan kejadian itu ke BPBD Luwu Timur, yang kemudian meneruskan laporan ke Basarnas Makassar. Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan selama tiga hari dengan metode penyisiran dan penyelaman di sekitar area air terjun.

“Kami dari tim rescue Basarnas bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian selama tiga hari. Metode yang digunakan adalah penyisiran di permukaan air dan penyelaman di area kolam air terjun,” jelas Andi Sultan.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah jasad korban ditemukan mengambang di sungai, sekitar 5 meter dari titik awal korban dinyatakan tenggelam.

“Korban atas nama Anjung ditemukan oleh tim SAR gabungan pada jarak sekitar lima meter dari lokasi kejadian. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa,” ungkap Andi Sultan.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke darat untuk proses identifikasi, sebelum kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menuju rumah duka di Kabupaten Wajo untuk disemayamkan.

“Korban selanjutnya dievakuasi menuju rumah duka untuk dimakamkan di kampung halamannya,” tambahnya.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berwisata di lokasi air terjun atau sungai, terutama pada area dengan arus air yang deras dan dasar kolam yang dalam.

Pihak Basarnas juga mengimbau agar wisatawan selalu memperhatikan keselamatan diri dan mematuhi imbauan petugas di lokasi wisata alam.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending