Terhubung dengan kami

PERISTIWA

Operasi SAR KM Nurul Salsa Ditutup Sementara, Basarnas: Bisa Dibuka Kembali Jika Ada Temuan Korban

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa direncanakan ditutup sementara pada hari ke-10 pelaksanaan operasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Anwar Arif dalam konferensi pers yang dilaksanakan di kantor Biddokkes RS Bhayangkara jalan Mappaodang pada Jumat 24/07

Meski demikian, keputusan tersebut masih akan melalui proses evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Anwar Arif, mengatakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), operasi pencarian dilakukan selama tujuh hari. Namun, masa pencarian sebelumnya telah diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

“Untuk penutupan, direncanakan sore hari ini dilakukan penutupan sementara. Sesuai SOP, batas operasi pencarian adalah tujuh hari. Namun karena sebelumnya ada perpanjangan berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan, hari ini kami kembali melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi akan diperpanjang atau tidak,” ujar Muhammad Arif.

Ia menegaskan bahwa penutupan operasi SAR tidak berarti upaya pencarian terhadap korban berakhir sepenuhnya. Operasi dapat kembali dibuka apabila terdapat laporan atau temuan baru terkait keberadaan korban.

“Ini sifatnya penutupan sementara. Apabila nanti ada laporan terkait penemuan korban, maka operasi SAR akan otomatis dibuka kembali. Bukan lagi operasi pencarian, tetapi operasi evakuasi untuk mengambil korban dan menyerahkannya kepada tim DVI,” jelasnya.

Dalam proses evaluasi, Tim SAR Gabungan juga menghimpun berbagai informasi dari para korban yang berhasil selamat. Keterangan tersebut menjadi dasar dalam menentukan titik pencarian yang dinilai paling berpotensi.

Berdasarkan kesaksian para penyintas, sejumlah korban sempat berada di beberapa rakit setelah kapal tenggelam. Informasi yang dihimpun menyebutkan para penumpang terbagi ke dalam empat rakit dengan jumlah korban yang berbeda-beda.

Selain mengacu pada keterangan korban selamat, tim juga mempertimbangkan hasil temuan di lapangan. Area pencarian diperluas setelah pada hari ketujuh ditemukan dua korban meninggal dunia di perairan sekitar Pulau Sanana atau Sabalana.

Pada hari terakhir operasi, Tim SAR Gabungan memusatkan pencarian di wilayah tersebut dengan mengerahkan Sea Rider milik KN SAR Pacitan dan KN SAR Kamajaya, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur SAR yang terlibat.

“Pada hari ini kami berfokus melakukan pencarian di wilayah tersebut dengan menggunakan Sea Rider milik KN SAR Pacitan dan KN SAR Kamajaya, serta berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan,” pungkas Muhammad Anwar Arif.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending