Kab Barru
Bupati Barru Buka Lokakarya Kajian Potensi Bencana Gerakan Tanah Mattirowalie
Dipublikasikan
7 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA BARRU || Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., secara resmi membuka Lokakarya Akhir Kajian Potensi Bencana Gerakan Tanah di Dusun Lapaddare, Desa Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riaja, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barru dan menjadi tindak lanjut kajian ilmiah yang dilakukan tim akademisi Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Ina menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kajian tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap potensi bencana, terutama yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
“Ini adalah komitmen kami untuk memastikan seluruh persoalan kemanusiaan mendapatkan perhatian penuh. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam kepemimpinan kami,” tegasnya.
Bupati juga menyinggung peristiwa bencana pada akhir 2024 yang meninggalkan duka bagi masyarakat Barru. Pada saat itu, dirinya belum memiliki kewenangan mengambil langkah kebijakan karena masih dalam proses penetapan hasil Pilkada. Namun setelah resmi dilantik, ia berkomitmen penuh untuk melakukan pembenahan dan menghadirkan solusi nyata.
Menurut Bupati, hasil kajian ini akan menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan, termasuk kemungkinan relokasi warga yang bermukim di kawasan rawan bencana.
“Pemerintah tidak boleh menyepelekan ancaman bencana. Jika relokasi menjadi pilihan terbaik, kami pastikan seluruh hak masyarakat akan dilindungi. Tidak ada satu pun warga yang dikorbankan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kebijakan penanganan bencana tidak hanya membutuhkan data teknis, tetapi juga dukungan DPRD, perangkat daerah, dan masyarakat setempat. Persoalan kemanusiaan harus diselesaikan dengan semangat kebersamaan dan kepentingan publik.
“Kabupaten Barru ini milik kita bersama. Pemerintah, DPRD, OPD, dan masyarakat harus bergandengan tangan menghadapi persoalan ini. Jangan takut, pemerintah hadir untuk menjamin keselamatan rakyat,” tambahnya.
Bupati Andi Ina turut mengapresiasi pendampingan keilmuan dari UNHAS yang dinilai sangat membantu pemerintah memahami kondisi geologi serta potensi gerakan tanah di wilayah Mattirowalie.
Lokakarya ini diharapkan menghasilkan rekomendasi komprehensif guna memastikan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana mendapatkan perlindungan penuh dan keputusan kebijakan berbasis data ilmiah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Studi Kebencanaan UNHAS Ilham Alimuddin, S.T., M.GIS., Ph.D., Wakil Rektor IV UNHAS Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil., serta perwakilan DPRD Barru, para pimpinan OPD, Camat Tanete Riaja, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga Dusun Lapaddare. (**)
Anda juga mungkin suka


Munafri Hadiri Gala Dinner Rakernas APEKSI 2026 di Medan

DPMPTSP Makassar Ingatkan Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Periode Juli 2026

PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Trending
Makassar6 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional






