KATADIA GOWA || Suasana hangat dan penuh haru mewarnai Lapangan Syekh Yusuf Discovery, Kabupaten Gowa, Kamis (04/12/2025). Ratusan kaum difabel binaan Sentra Gau Mabaji Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar aksi simpatik dengan membagikan dua ratus tangkai bunga kepada warga dan pengunjung yang melintas.
Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap 3 Desember, sekaligus menjadi kampanye kesetaraan dan inklusi sosial. Para peserta difabel tampak antusias menghampiri warga satu per satu, memberikan bunga sebagai simbol kasih sayang dan ajakan untuk lebih peduli terhadap hak-hak penyandang disabilitas.
Warga yang menerima bunga memberikan respons positif. Senyum, ucapan terima kasih, hingga rasa haru terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, menciptakan interaksi yang penuh makna antara warga dan para difabel.
Pekerja Sosial Sentra Gau Mabaji Kemensos RI, Syaiful Samad, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menguatkan kesadaran publik terkait keberadaan dan kemampuan penyandang disabilitas.
“Kegiatan ini adalah cara kami menunjukkan bahwa teman-teman difabel memiliki kemampuan, semangat, dan ruang untuk berpartisipasi langsung di tengah masyarakat. Pembagian bunga ini menjadi simbol kasih sayang dan ajakan untuk lebih peduli serta menghargai hak-hak penyandang disabilitas,” ujar Syaiful.
Selain kegiatan simbolik ini, Sentra Gau Mabaji juga terus melakukan pembinaan kepada penyandang disabilitas melalui program pelatihan keterampilan, pendampingan sosial, serta penguatan kemandirian ekonomi.
Faidan, salah satu warga yang menerima bunga, mengaku terharu dengan kegiatan tersebut.
“Menurut saya kegiatan ini sangat positif. Selain memperingati Hari Disabilitas Internasional, acara seperti ini membuat kita lebih sadar bahwa mereka juga punya peran penting di masyarakat. Saya sangat mengapresiasi semangat mereka,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar masyarakat semakin terbuka dan mendukung penyandang disabilitas dalam berbagai ruang kehidupan.
Aksi pembagian bunga ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa penyandang disabilitas bukan hanya objek bantuan, tetapi subjek yang mampu berkarya, berkontribusi, dan memberikan dampak positif bagi(**)