Terhubung dengan kami

Pendidikan

Melinda Aksa Tegaskan Target Seluruh Sekolah Makassar Berstatus Adiwiyata 2026

Dipublikasikan

pada

Ketua TP PKK Makassar sekaligus Ketua Dewan Pembina Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa,

KATADIA MAKASSAR || Ketua TP PKK Makassar sekaligus Ketua Dewan Pembina Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, memberikan arahan strategis kepada sekolah-sekolah Adiwiyata dalam pertemuan yang digelar di kediamannya di Jalan Chairil Anwar, Makassar, pada pukul 09.00 Wita. Kamis 18/12

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas terkait, perwakilan sekolah Adiwiyata Mandiri yang berperan sebagai pembina, serta perwakilan dari 10 sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Agenda ini difokuskan pada evaluasi dan penguatan program lingkungan sekolah yang akan segera ditindaklanjuti.

Dalam arahannya, Melinda Aksa menekankan pentingnya sosialisasi pemilahan sampah yang lebih masif dan terarah di lingkungan sekolah, serta perlunya pemantapan program lanjutan Adiwiyata agar berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata.

“Gerakan lingkungan harus menjadi budaya, bukan sekadar program. Sekolah memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan peduli lingkungan sejak dini,” tegasnya.

Melinda Aksa juga menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar bersama dinas terkait terhadap pengembangan sekolah Adiwiyata. Ia menargetkan pada tahun 2026 seluruh sekolah di Kota Makassar telah berstatus Adiwiyata, dengan sasaran 20 sekolah Adiwiyata Mandiri dan 30 sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.

Untuk mencapai target tersebut, ia mendorong peran aktif Dinas Lingkungan Hidup, serta kolaborasi lintas sektor mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga sekolah agar tercipta sinergi yang kuat dan berkelanjutan.

Selain itu, sejumlah poin penting turut menjadi perhatian, di antaranya penyusunan modul ajar atau muatan lokal tentang lingkungan hijau, penyamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait pentingnya lingkungan bersih, serta penguatan inovasi lingkungan yang melibatkan semua pihak.

Melinda Aksa juga menekankan perlunya sinergi antara DLH, Dinas Pendidikan, DP2, dan Infokom dalam mendukung program lingkungan sekolah. Ia menyebut, pengelolaan sampah residu kini tidak lagi menjadi beban, karena sudah dapat ditukar dan memiliki nilai ekonomis, sehingga memberi manfaat langsung bagi sekolah dan masyarakat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen bersama menuju lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan di Kota Makassar.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending