KATADIA MAKASSAR || Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyatakan siap dan siaga 24 jam dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem, menyusul instruksi langsung Wali Kota Makassar kepada seluruh jajaran pemerintah daerah.
Kesiapsiagaan tersebut difokuskan pada peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, hingga kejadian darurat di wilayah perairan. Risiko bencana dinilai meningkat seiring intensitas hujan yang tinggi dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, menegaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Wali Kota dengan langkah-langkah konkret di lapangan.
“Instruksi Bapak Wali Kota menjadi atensi serius bagi kami. BPBD Makassar memastikan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem koordinasi lintas sektor. Kami tidak menunggu kejadian, tetapi memastikan seluruh unsur siap bergerak kapan saja,” ujar Dr. Fadli Tahar.
Ia menjelaskan, BPBD Makassar telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) secara bergilir, mengaktifkan posko dan call center tanpa henti, serta menempatkan armada dan peralatan SAR dalam kondisi siap operasi. Selain itu, koordinasi dengan berbagai unsur terkait seperti Basarnas, TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, serta relawan kebencanaan terus diperkuat.
“Cuaca ekstrem menuntut kehadiran negara secara nyata. Karena itu, BPBD tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi memastikan kehadiran personel di lapangan dan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat,” tambahnya.
BPBD Kota Makassar juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, waduk, dan wilayah rawan bencana, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Sebagai leading sektor kebencanaan di daerah, BPBD Kota Makassar berkomitmen menjalankan instruksi Wali Kota secara maksimal demi menjamin keselamatan dan perlindungan seluruh warga Kota Makassar.