KATADIA MAKASSAR || Suasana khidmat yang sarat nuansa adat dan budaya mewarnai acara Pengukuhan Pengurus Pusat Wija We Ummung Datu Larompong Periode 2026–2031 yang digelar di Hotel The Rinra Makassar, Senin (26/1/2026).
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, hadir mengenakan pakaian adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi Luwu yang dijunjung tinggi oleh Wija We Ummung Datu Larompong. Kehadiran tersebut sekaligus mencerminkan dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap pelestarian adat dan budaya, serta ikatan batin sebagai bagian dari masyarakat Luwu.
Prosesi pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Pengukuhan ini menandai amanah dan tanggung jawab baru bagi jajaran pengurus dalam mengemban roda organisasi selama lima tahun ke depan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Wija We Ummung Datu Larompong dari berbagai daerah. Suasana kebersamaan dan silaturahmi terasa kuat sepanjang rangkaian acara.
Dalam keterangannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas peran organisasi kekerabatan dalam menjaga persatuan serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya di tengah masyarakat.
“Pakaian adat yang dikenakan hari ini bukan sekadar simbol, tetapi pengingat akan jati diri dan nilai-nilai kearifan lokal yang harus terus kita jaga dan wariskan. Wija We Ummung Datu Larompong memiliki peran penting dalam merawat persaudaraan dan identitas budaya Luwu,” ujar Aliyah.
Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjadi pengikat kebersamaan, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah, termasuk dalam mendukung pembangunan berbasis budaya.
Pengukuhan Pengurus Pusat Wija We Ummung Datu Larompong Periode 2026–2031 ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi dalam menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta melestarikan warisan budaya Luwu di tengah dinamika kehidupan modern. (*)