KATADIA SUNGGUMINASA || Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Lapas Narkotika Sungguminasa menggelar kegiatan Pesantren Kilat yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Ramadan adalah Momentum untuk Berlomba dalam Kebaikan demi Meraih Ampunan Allah Ta’ala.”
Pesantren kilat ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program tersebut difokuskan pada penguatan aspek spiritual, peningkatan ketakwaan, serta pembentukan karakter selama menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Pada hari pertama pelaksanaan, Ustadz Rusli Burhan menyampaikan materi bertajuk “Hal yang Dihindari Agar Puasa Tidak Sia-Sia.” Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga niat, lisan, dan perilaku selama berpuasa agar ibadah yang dijalankan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga bernilai pahala serta mampu membawa perubahan positif dalam diri.
Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, turut hadir dan memberikan arahan sebelum sesi ceramah dimulai. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh WBP menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri.
“Manfaatkan momentum ini untuk berlomba dalam kebaikan. Gunakan waktu selama menjalani pembinaan untuk memperdalam ilmu agama. Ketika kembali ke masyarakat, minimal saudara-saudara dapat membimbing keluarga dan menjadi imam dalam rumah tangga,” ujar Gunawan.
Pelaksanaan pesantren kilat berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Antusiasme para WBP terlihat dari keseriusan mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari ceramah keagamaan hingga sesi tanya jawab.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Sungguminasa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan spiritual yang berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para WBP untuk kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik, berakhlak, serta mampu berkontribusi positif di lingkungan masing-masing.