KATADIA MAKASSAR || Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menampilkan ragam wastra khas Bugis-Makassar dalam ajang Wastra Fashion Show pada kegiatan Ramadhan Trend Hijab 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara yang menampilkan kekayaan kain tradisional Sulawesi Selatan sekaligus memperlihatkan kreativitas dalam memadukan busana muslim modern dengan wastra khas daerah.
Fashion show tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memperkenalkan produk kerajinan daerah kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Alhamdulillah acara ini luar biasa. Mudah-mudahan tahun ini semakin ramai dan mampu menggerakkan ekonomi di Kota Makassar. Partisipasi Dekranasda tentu sangat bermanfaat dalam mempromosikan wastra daerah,” ujarnya.
Menurut Melinda, kegiatan seperti Ramadhan Trend Hijab ini menjadi wadah yang baik untuk menampilkan kreativitas para pengrajin serta memperkenalkan kekayaan wastra lokal kepada masyarakat. Ia juga berharap keterlibatan Dekranasda bersama TP PKK kecamatan dapat terus mendorong pelaku usaha kerajinan dan UMKM untuk berkembang melalui berbagai inovasi produk.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan produk wastra daerah semakin diminati masyarakat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Makassar,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, para Ketua TP PKK kecamatan maupun perwakilannya turut tampil memperagakan busana wastra dengan berbagai motif khas daerah.
Penampilan diawali oleh Kecamatan Biringkanaya yang dibawakan Nurwanita Muhayang dengan wastra Lagosi khas Bugis-Makassar, disusul Kecamatan Bontoala oleh Erny Said yang juga menampilkan Lagosi bermotif bunga atau sarong Lagosi.
Selanjutnya, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang yang dibawakan Darmawati menghadirkan wastra bertema Ma’cora yang berarti berwarna dan bercorak. Kecamatan Makassar oleh Rizti Nadirah menampilkan wastra Malebbi, sementara Kecamatan Mamajang memperagakan kain tenun Bugis motif Cobo. Kecamatan Manggala oleh Lili Suryani menampilkan kain sutra bermotif aksara Lontara khas Jeneponto.
Kecamatan Mariso yang diperagakan Astuti Mirmala Said menampilkan motif Cora La’ba pada sarung tenun Lipa Sabbe. Kecamatan Panakkukang oleh Nur Qalby Syahril memadukan sutra dan motif tradisional dengan sentuhan kontemporer, sementara Rappocini oleh Fatmawati Yudistira menampilkan motif Lagosi.
Kecamatan Tallo yang dibawakan Dian Friani Husni mengusung tema Magaya dengan perpaduan Lagosi dan sutera. Kecamatan Tamalanrea oleh Etty Faradilla menampilkan motif bunga Lagosi dengan perpaduan warna oranye dan hijau, sedangkan Kecamatan Tamalate oleh Rini Puspitasari menghadirkan wastra outer full color.
Kecamatan Ujung Pandang oleh Faza Fadhillah menampilkan Lagosi khas Jeneponto, Kecamatan Ujung Tanah oleh Andi Hany Unru melalui tema Pa’rasangan Ku memadukan tenun Sengkan dan Lagosi, serta Kecamatan Wajo oleh Elsa Meriam Ambabunga mengusung tema Lappo Allo atau matahari terbenam dengan balutan kain Lagosi.
Para peserta tampil memukau di hadapan Ketua Dekranasda Kota Makassar, jajaran pengurus, serta para tamu undangan yang hadir.
Sebagai bentuk apresiasi, Melinda Aksa juga memberikan penghargaan kepada para peserta atas partisipasi dan kreativitas para Ketua TP PKK kecamatan yang telah menampilkan ragam wastra khas daerah dalam kegiatan tersebut.