KATADIA MAKASSAR || Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah sebagai rangkaian Safari Ramadan di Masjid Manararul Musyafir, Jalan Rajawali No. 62, Selasa (10/3/2026) malam.
Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan salah satu program Pemerintah Kota Makassar untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat di setiap kecamatan di Kota Makassar.
“Safari Ramadan yang diselenggarakan pemerintah kota ini bertujuan supaya kita semua, para kepala SKPD, hadir di tengah-tengah masyarakat, melihat bagaimana kondisi dan keadaan masyarakat yang ada di semua kecamatan di Kota Makassar,” ujar Munafri.
Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana membangun komunikasi dan memperkuat ukhuwah antara pemerintah dan masyarakat.
“Tujuannya tentu untuk membangun silaturahmi, memperkuat ukhuwah, dan tentu untuk saling membangun komunikasi,” lanjutnya.
Munafri menegaskan bahwa program pembangunan pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Sebaliknya, berbagai inisiatif masyarakat juga memerlukan dukungan pemerintah agar dapat terlaksana dengan baik.
“Demikian pula sebaliknya, kalau hanya masyarakat yang merencanakan kegiatan tanpa disupport pemerintah, saya yakin hasilnya juga tidak akan maksimal. Maka dari itu dibutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama Ramadan, Pemerintah Kota Makassar menjalankan berbagai rangkaian kegiatan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.
“Kami berkeliling setiap subuh, lalu dilanjutkan dengan buka puasa, kalau ada undangan, kalau tidak ada ya kami buat sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjemaah,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Munafri mengingatkan bahwa umat Islam kini telah memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan yang memiliki banyak keutamaan. Ia pun meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan bersama unsur TNI-Polri untuk memastikan suasana tetap kondusif, terutama bagi masyarakat yang melaksanakan iktikaf di masjid.
Munafri juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah, seperti penggunaan petasan atau mercon.
“Banyak saudara-saudara kita yang akan melakukan iktikaf. Jangan sampai kegiatan ibadah mereka terganggu oleh bunyi mercon, petasan, atau kegiatan lain yang bisa mengganggu ketenangan,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan mengingat aktivitas masyarakat selama Ramadan meningkat dan berpotensi menambah volume sampah. Para camat dan lurah diminta memastikan pengaturan jadwal petugas kebersihan berjalan dengan baik, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Munafri juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan, khususnya bagi warga yang akan mudik dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Ia turut menyoroti fenomena permainan tembak-tembakan yang belakangan marak dilakukan anak-anak di jalanan. Menurutnya, aktivitas tersebut berpotensi membahayakan keselamatan karena sering dilakukan sambil berkendara dengan kecepatan tinggi.
“Ini sangat berbahaya karena dilakukan sambil berkendara dengan kecepatan tinggi,” katanya.
Di akhir sambutannya, Munafri mengumumkan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan menjalankan program pasar murah Ramadan guna membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.
“Mulai besok pemerintah kota akan menjalankan program pasar murah di tengah masyarakat,” terangnya.
Program pasar murah tersebut rencananya akan dilaksanakan di sejumlah kelurahan selama sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Bosowa Peduli juga menyerahkan paket bantuan pangan kepada masyarakat di wilayah tersebut.