KATADIA MAKASSAR || Ratusan peserta calon Sekolah Adiwiyata dari berbagai sekolah di Makassar kembali menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan penyusunan softfile dan aplikasi SIDIA sesuai Permen LH/BPLH Nomor 5 Tahun 2025.
Kegiatan yang digelar oleh Forum Adiwiyata Sekolah Kota Makassar tersebut berlangsung di Gedung Erlangga, Jalan Hertasning, Kamis (7/5/2026).
Forum Adiwiyata Sekolah Makassar ini merupakan tahap kelima dari rangkaian pembinaan yang sebelumnya telah berlangsung pada tahap pertama hingga ketiga pada bulan lalu. Sementara tahap keempat dan kelima kembali dibuka pada 5 dan 7 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan binaan Ketua Dewan Pembina Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam mendorong peningkatan kualitas sekolah ramah lingkungan di Kota Makassar.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Forum Adiwiyata Sekolah Makassar, Juli Astutik memberikan materi terkait tata cara penyusunan softfile dan penginputan aplikasi SIDIA bagi peserta calon sekolah Adiwiyata.
Juli Astutik juga membagikan pengalaman sekolah yang dipimpinnya yang telah berhasil meraih berbagai predikat mulai dari Adiwiyata Kota, Adiwiyata Provinsi, Adiwiyata Nasional hingga Adiwiyata Mandiri.
Ia menegaskan Forum Adiwiyata Sekolah Makassar menargetkan pencapaian lebih besar pada tahun 2026 dengan membawa lebih banyak sekolah mengikuti ajang penganugerahan Adiwiyata tingkat nasional di Jakarta.
“Kami berkomitmen menjadikan Makassar sebagai barometer Sekolah Adiwiyata Mandiri. Tahun 2026 kami ingin mencatat sejarah dengan jumlah peserta terbesar dari Makassar yang hadir di ajang penganugerahan di Jakarta,” ujarnya di hadapan peserta.
Menurutnya, forum akan terus melakukan pendampingan kepada seluruh sekolah peserta mulai dari tingkat kota hingga menuju Adiwiyata Mandiri. Ia juga meminta sekolah tetap konsisten menjalankan program lingkungan dan tidak berhenti di tengah proses pembinaan.
“Kami akan dampingi bapak dan ibu sampai ke Jakarta. Jangan sampai semangatnya hanya di awal, setelah pulang tidak ada tindak lanjut,” katanya.
Dalam pemaparannya, Juli menjelaskan regulasi terbaru Adiwiyata saat ini tidak lagi mengenal penurunan level sebagaimana aturan sebelumnya. Namun sekolah tetap diwajibkan aktif melaporkan kegiatan lingkungan secara berkelanjutan melalui sistem yang telah ditentukan.
Ia turut mencontohkan pengalaman sejumlah sekolah yang pernah meraih predikat tinggi namun mengalami kendala akibat kurangnya pelaporan kegiatan lingkungan secara rutin.
Forum Adiwiyata Sekolah Makassar berharap melalui kegiatan ini semakin banyak sekolah di Makassar mampu meraih predikat Adiwiyata Kota, Nasional hingga Mandiri, sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan.