KATADIA MAKASSAR || Wakil Ketua Forum Adiwiyata Sekolah Makassar, Juli Astutik kembali memberikan materi kepada ratusan peserta calon Sekolah Adiwiyata dalam kegiatan Forum Adiwiyata Sekolah Kota Makassar yang berlangsung di Gedung Erlangga, Jalan Hertasning, Kamis (7/5/2026).
Dalam pemaparannya, Juli Astutik menjelaskan empat komponen utama dalam penyusunan dokumen Adiwiyata yang wajib dipenuhi oleh setiap sekolah peserta.
Empat komponen tersebut meliputi kurikulum berbasis lingkungan, kebijakan berbasis lingkungan, kegiatan berbasis partisipatif, serta sarana dan prasarana berbasis lingkungan.
Menurutnya, seluruh unsur warga sekolah memiliki tanggung jawab dalam mendukung keberhasilan program Adiwiyata, mulai dari kepala sekolah, guru hingga siswa.
“Sekarang ini bapak dan ibu semua nanti warga sekolah akan punya tugas masing-masing. Kepala sekolah punya tugas, guru punya tugas, siswa juga punya tugas dalam penyusunan Adiwiyata,” ujarnya di hadapan peserta.
Juli menegaskan pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan menjadi salah satu poin penting yang harus dipahami seluruh sekolah.
Ia kemudian menanyakan kesiapan sekolah peserta dalam menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) atau Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan sebagai bagian dari implementasi program lingkungan di sekolah.
“Apakah sekolah bapak dan ibu sudah menetapkan KSP dan menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan?” tanyanya kepada peserta.
Dalam suasana interaktif, Juli juga mengingatkan pentingnya integrasi pendidikan lingkungan hidup dalam proses pembelajaran di sekolah. Menurutnya, program Adiwiyata tidak hanya sebatas penghijauan sekolah, tetapi harus menjadi budaya yang terintegrasi dalam sistem pendidikan.
Ia berharap seluruh sekolah peserta mampu memahami setiap indikator Adiwiyata sehingga proses penyusunan dokumen dan implementasi program dapat berjalan maksimal.
Forum Adiwiyata Sekolah Makassar terus melakukan pembinaan secara bertahap guna mendorong semakin banyak sekolah di Makassar meraih predikat Adiwiyata Kota, Nasional hingga Adiwiyata Mandiri pada tahun 2026.