KATADIA MAKASSAR || Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, S.T., menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kecamatan Mamajang.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tingkat Kota Makassar Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Camat Mamajang, Senin (25/5/2026).
Dalam sambutannya, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, forum seperti ini sangat penting karena membuka ruang dialog langsung antara masyarakat dan para pemangku kepentingan.
“Saya berharap kegiatan seperti ini lebih banyak diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Kesempatan menghadirkan para narasumber yang kompeten seperti ini tidak sering terjadi. Jadi manfaatkan untuk bertanya langsung terkait persoalan narkoba yang ada di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Kapolsek Mamajang juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban tidak bisa diwujudkan hanya oleh aparat kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya ingin menciptakan suasana yang lebih hangat dan cair dalam membangun komunikasi dengan warga. Bahkan, Polsek Mamajang berencana menggelar kegiatan kebersamaan secara rutin yang melibatkan masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, serta unsur TNI.
“Saya ingin masyarakat tidak takut dengan polisi. Polisi adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Kami ingin hadir lebih dekat, lebih terbuka, dan lebih mudah diajak berkomunikasi,” katanya.
AKP Tri Husada juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah Mamajang. Dengan jumlah personel Polsek Mamajang sebanyak 61 orang dan jumlah penduduk mencapai sekitar 58 ribu jiwa, pengawasan secara menyeluruh tentu tidak bisa dilakukan tanpa dukungan masyarakat.
“Kalau dihitung, satu polisi bisa menangani hampir seribu warga. Tentu tidak mungkin kami memonitor semuanya sendiri. Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan organisasi masyarakat seperti MAKI yang dipimping Ketua MAKI Hidayat Akbar untuk membantu upaya pencegahan,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan MAKI menjadi mitra strategis dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya pada aspek preventif atau pencegahan. Melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pembinaan masyarakat, organisasi tersebut dinilai mampu memperkuat kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba.
Ia menilai anggota MAKI memiliki peran penting sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Ketika mereka berkumpul dan melakukan aktivitas sosial, secara tidak langsung mereka membawa pesan moral untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya.
“Dengan adanya MAKI, masyarakat semakin sering mendapatkan edukasi tentang bahaya narkoba. Ini sangat membantu tugas kepolisian karena upaya pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat,” tuturnya.
Kapolsek Mamajang juga berharap Kecamatan Mamajang dapat menjadi percontohan atau pilot project bagi gerakan anti narkoba berbasis masyarakat di Kota Makassar. Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan MAKI yang dinilai sangat solid.
“Saya berharap Mamajang bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain. Kehadiran semua unsur dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kita memiliki komitmen yang sama untuk menjaga masyarakat dari ancaman narkoba,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, AKP Tri Husada kembali mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam memerangi narkoba. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dan memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan generasi muda.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga, Kecamatan Mamajang diharapkan mampu menjadi wilayah yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Makassar.