Terhubung dengan kami

POLITIK

Progres Pembangunan Gedung DPRD Makassar 8 Lantai Mulai Dibahas, Target Pengerjaan Awal 2027

Dipublikasikan

pada

Progres pembangunan gedung baru DPRD Kota Makassar berlantai delapan mulai dibahas dalam rapat Komisi A DPRD Kota Makassar

KATADIA MAKASSAR || Progres pembangunan gedung baru DPRD Kota Makassar berlantai delapan mulai dibahas dalam rapat Komisi A DPRD Kota Makassar yang berlangsung di Aula Badan Anggaran (Banggar) Kantor Sementara DPRD Makassar, Jalan Hertasning, Senin (13/7/2026).

Rapat dipimpin Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, H. Andi Pahlevi, S.E., M.M., dan dihadiri Sekretaris DPRD (Sekwan) Andi Rahmat Mappatoba, Para anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, serta tim konsultan perencanaan pembangunan.

Dalam rapat tersebut, konsultan memaparkan konsep awal pembangunan gedung baru DPRD yang kini telah memasuki tahap perencanaan. Para anggota dewan turut memberikan berbagai masukan agar desain gedung mampu menunjang kebutuhan pelayanan dan aktivitas legislatif di masa mendatang.

Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi, mengatakan pembahasan kali ini difokuskan pada penyempurnaan konsep pembangunan sebelum memasuki tahapan berikutnya.

“Perencanaan kantor DPRD Kota Makassar ini sudah masuk dalam tahap perencanaan. Konsultan sudah menyampaikan beberapa hal, termasuk pembagian ruangan yang nantinya akan dibangun. Kami dari anggota DPRD juga memberikan berbagai masukan agar kantor ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gedung baru DPRD Makassar direncanakan memiliki delapan lantai yang dibangun di sisi belakang kawasan kantor. Selain itu, fasilitas parkir juga akan diperluas dengan kapasitas sekitar 200 hingga 300 kendaraan.

Menurutnya, penambahan area parkir menjadi salah satu kebutuhan mendesak karena selama ini sering terjadi kepadatan kendaraan saat pelaksanaan rapat paripurna maupun kegiatan besar lainnya.

“Selama ini kalau ada paripurna istimewa, parkiran sering meluber sampai ke jalan raya. Karena itu, fasilitas parkir menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan gedung baru ini,” jelasnya.

Andi Pahlevi mengungkapkan, proyek pembangunan tersebut direncanakan menggunakan dukungan anggaran dari APBN. Kajian teknis juga telah dilakukan oleh Balai PUPR, termasuk terkait luas bangunan yang diproyeksikan mencapai sekitar 12.000 meter persegi.

Apabila seluruh tahapan perencanaan berjalan sesuai jadwal dan tidak ada perubahan signifikan, pembangunan fisik ditargetkan mulai dikerjakan pada awal tahun 2027.

“Kami ingin proses perencanaan ini dipercepat. Jika sudah disetujui dan tidak ada perubahan lagi, maka pekerjaan fisiknya bisa dimulai pada awal tahun depan,” pungkasnya

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending