KATADIA MAKASSAR || Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Basdir, S.E., meminta Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar segera memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino agar distribusi air bersih kepada masyarakat tetap terjaga, khususnya di wilayah utara dan timur Kota Makassar.
Hal tersebut disampaikan Basdir saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor DPRD Kota Makassar, Jalan Jenderal Hertasning, Rabu (15/7/2026).
Menurut Basdir, persoalan distribusi air bersih di kawasan utara dan timur Makassar merupakan masalah yang telah berlangsung bertahun-tahun dan membutuhkan solusi permanen.
“Persoalan air di utara dan timur kota ini sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Alhamdulillah, langkah PDAM yang baru-baru ini mengaktifkan pompa cukup berdampak positif karena sebagian besar wilayah utara sudah kembali terlayani.
Meski begitu, masih ada beberapa titik yang belum mendapatkan air dan ada wilayah yang suplai airnya masih sangat minim,” ujarnya.
Ia menilai informasi dari BMKG mengenai potensi El Nino harus menjadi perhatian serius. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi krisis air yang pernah terjadi beberapa tahun lalu dikhawatirkan akan kembali terulang.
Basdir mendorong PDAM mengambil langkah-langkah strategis, seperti mengoptimalkan sumber air alternatif apabila pasokan dari Legopacing mengalami penurunan, termasuk mengaktifkan kembali pompa-pompa yang tersedia.
Selain itu, ia juga meminta seluruh armada mobil tangki milik PDAM disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat apabila terjadi kekurangan pasokan air di sejumlah wilayah.
“Kita mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan PDAM karena memang sudah dirasakan manfaatnya masyarakat. Tetapi kalau nanti El Nino benar-benar terjadi, itu belum cukup. Harus ada langkah maksimal agar masyarakat tidak kembali mengalami krisis air,” tegasnya.
Basdir mengungkapkan, persoalan tersebut telah menjadi pembahasan dalam rapat monitoring dan evaluasi (Monev) Komisi B bersama PDAM.
Dalam rapat tersebut, PDAM menyampaikan kesiapan menghadapi musim kemarau dengan mengaktifkan sejumlah pompa serta melakukan perbaikan jaringan pipa agar distribusi air ke wilayah utara semakin optimal.
“PDAM menyampaikan kepada kami bahwa mereka siap mengantisipasi kondisi El Nino dengan mengaktifkan beberapa pompa dan memperbaiki jaringan pipa yang selama ini menjadi kendala distribusi,” katanya.
Meski demikian, Komisi B DPRD Makassar akan terus melakukan pengawasan terhadap kinerja PDAM agar kesiapan yang disampaikan dalam rapat benar-benar terealisasi di lapangan.
“Jangan sampai di ruang rapat laporannya bagus, tetapi kenyataan di masyarakat masih banyak yang mengeluh tidak mendapatkan air. Kalau saat El Nino nanti masyarakat kembali kesulitan air, tentu itu akan menjadi bahan evaluasi kami,” ujarnya.
Basdir juga menegaskan pentingnya pembagian tugas antarinstansi. Menurutnya, PDAM harus fokus pada produksi dan distribusi air bersih, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bertugas menyiapkan langkah-langkah mitigasi apabila terjadi bencana kekeringan.
“PDAM fokus mengelola dan menyalurkan air. Sementara BPBD fokus pada penanganan potensi bencana, seperti menyiapkan tandon air, armada pendukung, maupun bantuan saat terjadi kekeringan. Masing-masing harus bekerja sesuai tugas dan fungsinya agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal,” pungkasnya.