Terhubung dengan kami

Makassar

Forum Sekolah Adiwiyata Gandeng Kelurahan Borong Edukasi Warga Graha Indah Family Pilah Sampah

Dipublikasikan

pada

Kolaborasi Kelurahan Borong dan Forum Sekolah Adiwiyata
Kolaborasi Kelurahan Borong dan Forum Sekolah Adiwiyata

KATADIA MAKASSAR || Sinergi antara Kelurahan Borong, RT 005/RW 002 Graha Indah Family (GIF), dan Forum Sekolah Adiwiyata menjadi langkah nyata dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Kota Makassar melalui edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Graha Indah Family (GIF), Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Minggu (2/8/2026), dihadiri Lurah Borong Dedi Kurniawan, Ketua RT 005/RW 002 Nasrun Fahmi, tokoh masyarakat, warga setempat, serta narasumber dari Forum Sekolah Adiwiyata, Juli Astutik, S.Pd., M.Pd.

Penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mengelola sampah sejak dari sumbernya dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, residu, dan bahan berbahaya serta beracun (B3).

Ketua RT 005/RW 002 Kelurahan Borong, Nasrun Fahmi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait kebijakan baru pengelolaan sampah di Kota Makassar.

Menurutnya, beberapa hari terakhir sempat muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai informasi bahwa sampah organik tidak lagi akan diangkut oleh petugas.

“Melalui sosialisasi ini, masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai mekanisme pengelolaan sampah. Dengan begitu, informasi yang berkembang dapat diluruskan sehingga tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.

Nasrun juga mendorong masyarakat memanfaatkan bank sampah sebagai sarana mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, meski nilai jualnya tidak besar, hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi warga untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah.

Sementara itu, narasumber dari Forum Sekolah Adiwiyata, Juli Astutik, menekankan bahwa edukasi mengenai pemilahan sampah merupakan langkah awal membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan warga perlu memahami perbedaan sampah organik, anorganik, residu, dan B3 agar proses pengelolaannya dapat dilakukan dengan tepat.

“Harapan saya setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat sudah mengetahui jenis-jenis sampah sehingga tidak bingung lagi dalam memilah dan menempatkannya,” kata Juli.

Menurutnya, pemilahan sampah tidak berhenti pada proses memisahkan sampah, tetapi harus diikuti dengan pengelolaan sesuai karakteristik masing-masing jenis sampah.

Juli mengungkapkan, Kelurahan Borong juga tengah menyiapkan tempat pengolahan sampah organik sehingga limbah rumah tangga seperti sisa makanan dapat diolah menjadi kompos dan tidak langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Melalui kolaborasi antara Kelurahan Borong, RT 005/RW 002 Graha Indah Family, Forum Sekolah Adiwiyata, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan budaya memilah sampah dari rumah dapat semakin berkembang dan mendukung upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mengurangi volume sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending