KATADIA MAKASSAR || Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Rappocini dan SDI Cilallang mendapat apresiasi dari Tim Monitoring Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rabu 4/11
Apresiasi tersebut diberikan setelah rombongan melihat secara langsung pelaksanaan program, termasuk respons dan kebiasaan siswa saat menikmati makanan bergizi di sekolah.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim melihat bagaimana para siswa menerima dan menikmati menu MBG. Para siswa tampak sehat, aktif, serta antusias menyantap makanan yang disediakan. Proses makan juga berlangsung dengan tertib, terlebih menu yang disajikan sesuai dengan selera anak-anak.
Kehadiran tim monitoring disambut meriah oleh para siswa. Dengan penuh semangat, anak-anak menyambut rombongan melalui yel-yel dan lagu yang telah dipersiapkan. Suasana tersebut mencerminkan antusiasme siswa terhadap program MBG sekaligus menciptakan suasana hangat selama kunjungan berlangsung.
Tim monitoring Kemendagri juga mengapresiasi dukungan pihak sekolah dalam membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan peserta didik. Selain membiasakan siswa mengonsumsi makanan bergizi melalui program MBG, sekolah turut memberikan edukasi agar anak-anak selalu membiasakan sarapan sehat sebelum beraktivitas.
Sekolah juga menerapkan kebiasaan membawa tumbler atau botol minum pribadi. Untuk mendukung kebiasaan tersebut, pihak sekolah menyediakan air galon isi ulang sehingga siswa dapat memenuhi kebutuhan air minum selama berada di lingkungan sekolah.
Kepala UPTD SPF SDN Rappocini, Juli Astutik, mengatakan Program Makan Bergizi Gratis memberikan manfaat nyata bagi perkembangan kebiasaan dan kedisiplinan siswa, terutama dalam hal pola makan sehat.
Menurutnya, melalui program tersebut, anak-anak mulai terbiasa mengonsumsi makanan sehat dan teratur. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi ketergantungan siswa terhadap jajanan di luar sekolah.
“Program MBG sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka menjadi terbiasa dan lebih disiplin mengonsumsi makanan sehat, mengurangi kebiasaan jajan, serta lebih fokus dalam mengikuti proses pembelajaran,” ungkap Juli Astutik.
Ia menambahkan, pihak sekolah terus mendukung keberlanjutan program tersebut melalui pembiasaan perilaku hidup sehat, termasuk edukasi pentingnya sarapan dan membiasakan membawa tumbler dari rumah.
Kegiatan monitoring ini turut melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta dua perwakilan Dinas Pendidikan, yakni Kepala Seksi Pendidikan Dasar (Dikdas) dan perwakilan bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Berdasarkan surat tugas Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/1824-ST/IJ tertanggal 2 November 2026, Tim Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin Hestiany, S.Si., M.Si., selaku Ketua Tim, bersama sejumlah anggota dari unsur Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Inspektorat Jenderal, dan Sekretariat Jenderal Kemendagri.
Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung pelaksanaan Program MBG di satuan pendidikan, sekaligus memastikan program berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi peserta didik.
Melalui pelaksanaan MBG yang didukung pembiasaan pola hidup sehat di sekolah, diharapkan anak-anak semakin terbiasa mengonsumsi makanan bergizi, memiliki pola hidup yang lebih teratur, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan siap mengikuti pembelajaran secara optimal.(**)