Terhubung dengan kami

DAERAH

Iswanto Bantah ‘Kabar Miring Soal Pedagang Bawang Merah Interlokal datang Ke Enrekang

Dipublikasikan

pada

KATADIA,ENREKANG || Ada kabar bahwa pedagang dari luar Enrekang tidak lagi diperbolehkan masuk ke Enrekang untuk membeli bawang merah milik petani di kawasan kompleks Duri yang mencatut nama Asosiasi.

Iswanto, Ketua Asosiasi Pedagang Bawang Merah Kabupaten Enrekang, tak membenarkan soal itu. “Kami Asosiasi tidak pernah melarang pedagang dari manapun datang ke Enrekang untuk membeli hasil pertanian masyarakat Duri daerah utamanya komoditas bawang merah dia menambahkan dengan marah

Pedagang dari luar manapun, baik dari Bima, Jawa, atau daerah lain, silakan masuk ke Enrekang tanpa membatasi jumlah pembeliannya asalkan membeli dengan cara yang baik,” kata Iswanto saat dikonfirmasi kepada Awak Media di kediamannya, Sabtu 14/1/2023

Dimana Gabungan Pedagang Bawang Merah yang baru terbentuk setahun yang lalu memiliki 50 anggota aktif dan masih ada ratusan yang belum terdaftar “mereka solid, penuh tanggung jawab dan amanah kepada petani ketika membeli bawang merahnya”

Iswanto mengatakan, “Salah satu tujuan Asosiasi adalah untuk menertibkan para pedagang luar yang nakal terutama dalam hal kecurangan.

Sebelumnya ada temuan “salah satu oknum pedagang asal Bima datang ke Duri membeli bawang merah milik petani dengan harga fantastis.

Ada ratusan juta hingga saat ini yang belum dibayarkan dan itu bukan hanya satu petani tapi beberapa orang yang diperlakukan sama sehingga petani sangat dirugikan, ini yang kita tidak ingin terjadi lagi. dia menyimpulkan

Yang paling lucu kejadiannya pas dia deal beli bawang petani trus dipecat eh ‘tiba-tiba dengar harga bawang turun langsung pedagang batal beli terus ditelantarkan begitu saja, petani kecewa,” bebernya. Iswanto “Inilah yang kami jadikan acuan agar Perhimpunan dibentuk.

Iswanto melanjutkan “Bedanya kalau pedagang lokal dari Maspul sendiri, para petani tidak perlu takut, selain domisilinya di Enrekang,

Diapun membeli sesuatu yang langsung lunas, jika pedagang luar jika terjadi kesalahan, orang tersebut dapat menghilang dan petani bingung untuk menemukannya.

Ini yang harus dipahami petani. Saya kira petani yang ditipu oleh pedagang Bima akan jera, beda dengan yang belum mengalami ini,” kata Iswanto lugas.

“Sekarang petani jangan lihat ke pedagang Bima kalau datang ke Enrekang, harga bawang merah mahal, itu tidak benar.” Buktinya harga bawang merah turun, sementara banyak pedagang Bima yang mulai membeli, dulu harga 30 ribu per kilo, sekarang turun 20 ribu, maksimal 25 ribu, tergantung kualitas bawangnya. dia,” kata Iswanto.

Ia juga menegaskan, hal yang membuat pedagang lokal Enrekang merasa tercekik adalah ‘potongan 7.000 per kilo dari Bos dari Banjarmasin, rata-rata pedagang yang membuang bawang di sana mengeluhkan potongan yang sangat tinggi pada kuitansi. coba bayangkan, 1000 keping pun masih berat apalagi sampai 7 ribu. Dia komplain”

Untuk saat ini kami dari Asosiasi menghentikan pengiriman bawang merah ke Banjarmasin untuk sementara waktu karena bawang disana sudah meledak yang berimbas pada turunnya harga, kecuali beberapa barang tentunya permintaan yang banyak otomatis harga akan naik, Baik? Itu hukum ekonomi, katanya.

Sedangkan kalau harga bawang merah tidak stabil, kita tidak pernah menurunkannya dengan pemerintah dari sisi dinas perindustrian dan perdagangan, dicek kenapa harganya seperti itu, kita sendiri yang mencari tahu apa penyebabnya. turun harga,” tambahnya

Laporan (Ani Hasan, Andhika).

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending