Minggu, April 14, 2024

Masa Pandemi Covid 19 KUR Wajo Peringkat ke 3 se Sulsel

KataDia, Watampone – Dalam Triwulan I 2021, Realisasi KUR Wajo Peringkat 3 Se-Sulsel. Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Wajo Triwulan I 2021 mencapai sebesar Rp210,35 miliar dan merupakan peringkat ketiga bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan bulan Maret 2021, realisasi KUR di Kabupaten Wajo tercatat sebesar Rp210,35 miliar atau 7,76% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp2,71 triliun.

Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Wajo juga merupakan yang terbesar keempat yaitu sebanyak 5.360 debitur atau 7,29% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 73.526 debitur sampai dengan bulan Maret 2021. Sebagaimana rilis KPPN Watampone, Rabu (06/04/2021).

Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Wajo, yaitu sebesar Rp137,88 miliar atau 65,55% dari total realisasi sebesar Rp210,35 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp68,08 miliar atau 32,36%, dan Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp4,38 miliar atau 2,08%.

Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Wajo, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan bulan Maret 2021 yaitu sebesar Rp148,65 miliar atau 70,67% dari total sebesar Rp210,35 miliar,

Kemudian disusul Bank Mandiri sebesar Rp37,11 miliar atau 17,64%. Bank BNI sebesar Rp19,55 miliar atau 9,30%, BPD Sulselbar sebesar Rp1,76 miliar atau 0,84%, BNI Syariah sebesar Rp1,47 miliar atau 0,70%, BRI Syariah sebesar Rp1,29 miliar atau 0,62% dan Bank Tabungan Negara sebesar Rp500,00 juta atau 0,24%.

Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Wajo terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sampai dengan bulan Maret 2021 yaitu sebesar Rp131,08 miliar atau 62,32%,

Disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp48,05 miliar atau 23,27% dan ketiga sektor Perikanan sebesar Rp14,05 miliar atau 6,68%, sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan.

Rintok Juhirman selaku Kepala KPPN Watampone berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. UMKM bangkit, Indonesia Kuat

 

Laporan Andi Syafri Azis

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles