Unicef Jadikan SD Inpres Bitoa Tempat Studi Awal Program Kembali Belajar Dengan Aman
Dipublikasikan
5 tahun lalu
pada
Oleh
Katadia, Makassar || Lembaga internasional United Nations Children’s Fund atau disingkat UNICEF menggandeng lembaga penelitian melakukan survey yang menyasar sejumlah sekolah dasar (SD) di kota Makassa.
Survei digelar sehubungan dengan Program Kembali Belajar dengan Aman. Program ini merupakan dukungan pemerintah Jepang.
PT Myriad merupakan lembaga penelitian melakukan studi awal di SD Negeri di kota Makassar yang menjadi wilayah intervensi dalam program tersebut. Salah satunya di SD Negeri Inpres Bitoa. Kegiatan dilakukan pada Jumat (17/9/ 2021).
Kegiatan wawancara terhadap siswa siswi SDN Inpres Bitoa
Merujuk surat Unicef, studi awal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran multi sektor yang komprehensif tentang situasi anak sekolah di tahun ajaran baru 2021-2022.
Dalam studi ini langkah yang ditempuh adalah pengumpulan data melalui wawancara terhadap siswa siswi, orang tua, guru, kepala sekolah dan pengamatan terhadap sekolah yang dikunjungi.
Kepala UPT SPF SD Inpres Bitoa Muhammad Ikbal, S.Pd mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PT Myriad. Pihaknya pun memberikan dukungan penuh kegiatan yang difasilitasi langsung Dinas pendidikan kota Makassar.
Kepala UPT SPF SDN Inpres Bitoa Muhammad Ikbal, S.Pd
“Tentu ini sangat kita apresiasi. Karena itu sebagai bentuk dukungan, kita menyiapkan fasilitas ruang assessment dan mengupayakan menghadirkan peserta didik dan para orang tua siswa,” katanya.
Pria yang dikenal akrab dengan pelaku media ini menjelaskan, dari penyampaian yang dikonfirmasi kepadanya, pengambilan data dilakukan oleh 4 orang enumerator. Pengambilan data di SD Inpres Bitoa melibatkan 50 siswa siswi sebagai responden.
Dari jumlah tersebut, pelajar kelas 3 sebanyak 25 responden, pelajar kelas 4 sebanyak 8 responden, pelajar kelas 5 sebanyak 9 responden dan pelajar kelas 6 sebanyak 8 responden.
Sedangkan tenaga guru yang menjadi responden adalah guru kelas 3 dan 1. Adapun orang tua siswa kelas 1 hingga kelas 5 sebanyak 6 orang menjadi responden.
Ia menambahkan, sejak imbas virus corona yang merebak peserta didik dan tenaga pengajar SD Inpres Bitoa terpaksa harus melakukan pembelajaran jarak jauh alias belajar online.
Lantaran itu, tantangan sekolah yang beralamat di jalan Bitoa Lama No 2 Antang Kecamatan Manggala saat ini menyiapkan kebutuhan pembelajaran dan guru harus beradaptasi dengan metode pembelajaran baru tersebut. (@Ru5)