Antusias Siswa Sepekan Simulasi PTM, Kepala SMP 35 Sebut Ada Sedikit Kendala
Dipublikasikan
5 tahun lalu
pada
Oleh
Katadia, Makassar – Kepala UPT SPF SMP Negeri 35 Makassar menegaskan bahwa antusias luar biasa ditunjukkan peserta didik (siswa) SMPN 35 yang selama sepekan mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Sejauh ini, simulasi PTM yang digelar SMP 35 sejak 4 Oktober 2021 tidak ada peserta didik yang terkonfirmasi Covid-19. Semuanya berjalan sesuai yang ditetapkan, namun begitu terjadi sedikit kendala. “Sekarang ini, anak-anak luar biasa gembiranya sekolah,” kata Parentengi, S.Pd M.Pd saat ditemui, Sabtu (9/10) siang.
Parenrengi mengungkapkan, dari 845 jumlah peserta didik aktif SMP 35, hanya 584 siswa yang bisa mengikuti simulasi PTM dikelas. Kondisi tersebut tidak berarti bahwa siswa kurang antusias tetapi disebabkan beberapa hal, seperti siswa memang belum vaksin, umur yang belum diatas 12 untuk vaksin dan tidak adanya izin orang tua.
Menurutnya, siswa yang ingin mengikuti PTM bersama temannya maka diharapkan sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 dan siswa memberikan surat pernyataan orang tua terkait kesiapan mengikuti PTM.
Tim nakes melakukan tes antigen ke para peserta didik SMPN 35 sebelum mengikuti simulasi PTM terbatas
Walaupun itu bukan menjadi persyaratan PTM namun bila dua hal tersebut tidak terpenuhi maka siswa disarankan untuk belajar dari rumah secara online. Ini dilakukan mengingat PTM masih bentuk simulasi dan terbatas. Untuk itulah, solusi yang dipakai untuk mengikuti PTM adalah mendahulukan siswa/i yang sudah di vaksinasi.
“Di sekolah kami ini telah menyiapkan satu kelas Hibrid. Artinya kelas Hibrid adalah sambil belajar offline, siswa juga bisa belajar online di rumah kalau tidak sempat ke sekolah,” ujarnya.
Melalui kelas hibrid kata Parenrengi, anak didik tidak akan dirugikan karena siswa di rumah bisa mengikuti dan melihat langsung bagaimana proses pembelajaran di dalam kelas. Pasalnya kelas tersebut dirancang menggunakan perangkat lcd dan teknologi kamera yang di sorot ke layar.
Kepala SMPN 35 berbincang dengan pejabat pemerintah kota Makassar saat meninjau kegiatan simulasi PTM
Parenrengi menambahkan, dalam sepekan kegiatan simulasi PTM, pihaknya menemui sedikit kendala. Kendala pertama yaitu pelaksanaan tes antigen oleh nakes dimana mengambil waktu sehingga memungkinkan keterlambatan PTM dimulai. Kendala kedua yaitu orang tua yang tidak tepat waktu mengantar ke sekolah dan menjemput siswa saat pulang. Dan kendala ketiga yaitu guru SMP 35 sendiri yang mungkin akibat adanya kebiasaan baru yang membuat kerapkali terlambat.
“Jadi dalam waktu 2 minggu ini bilamana ini berlangsung baik maka kemungkinan kita akan izinkan semua ikut. Baik yang di vaksi tidak di vaksin tapi kita tetap menunggu kebijakan dari pemerintah kota,” harapnya. (#Ru5)