KATADIA, BULUKUMBA || Kabid Penais Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan yang didampingi Asnawi dan Ambo Tuo singgah bersama rombongan dalam tatap muka dengan Penyuluh Pendamping KUA Ujungbulu, beliau menjelaskan bahwa program Pemberdayaan Ummat ini adalah sinergi Kemenag Dan BMH.
” Program pemberdayaan ummat ini adalah sinergi antara Kemenag Sulsel dan Laznas BMH,” ungkap Abdul Gaffar. Selasa 9 Mei 2023
Sedangkan Bakri,SE Kepala Sub Pemberdayaan Ummat menjelaskan ada 31 proposal yang masuk dan 16 yang terpilih untuk diasesment setelah acara tersebut.
Selanjutnya Bakri membagi tiga kelompok Asesment untuk bergerak hari ini juga. ” Saya bagi tiga kelompok asesmen dari 16 proposal terpilih setelah pertemuan ini, ” jelasnya serius.
Kelompok Pertama dipimpin langsung oleh Bakri didampingi Ramli Kasi Penzawa kemenag Kab. Bulukumba, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Sulsel danFatahuddin, Hasidai, Reza Artanesia dari Penyuluh KUA Ujungbulu, serta Basmawati dari Baznas Bulukumba.
Kelompok kedua dipimpin oleh H. Ansar Mahdy Kepala KUA Ujungbulu didampingi Ahmad Haery Gazali dari Tim Zakat wakaf Kemenag Sulsel, dan Asma Ramadani, Hj. Nuraeni, Muh Takbir dari Penyuluh KUA Ujungbulu.
Kelompok ketiga dipimpin oleh Munawir Takko Tim Zakat Wakaf Kemenag Sulsel, Ahmad Firdaus dan Yunarsif dari BMH, Muliati, Nirwana dan Andi Abdul Azis dari KUA Ujungbulu.
Asesmenpun dimulai sebelum pukul 11: 00 dan berakhir sebelum Ashar dan kumpul kembali di Kantor KUA Ujungbulu.
Asesment memang perlu untuk mengetahui kondisi obyek penerima bantuan sebelum disalurkan. Terbukti dari 16 terpilih proposalnya hanya 6 yang layak dapat bantuan modal ungkap Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Sulsel.
Laporan AF