Sabtu, Juli 13, 2024

DPPKB Makassar Gelar Internalisasi Pengasuhan Balita untuk Percepatan Penurunan Stunting

KATADIA MAKASSAR || Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar mengadakan agenda internalisasi pengasuhan balita sebagai upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sipakatau, Kantor Balai Kota Makassar, Jl Ahmad Yani, pada hari Jumat, 5 April 2024.

Plt Kepala DPPKB Makassar, Syahruddin, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar memiliki komitmen tinggi dalam menangani persoalan kependudukan. Dalam sambutannya, ia berharap para peserta orientasi dapat menjadi motivator sekaligus fasilitator bagi keluarga untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas partisipasi ber-KB di Kota Makassar.

“Peran kader sangat penting sebagai fasilitator atau anggota masyarakat yang melaksanakan kegiatan secara sukarela. Kader punya andil besar dalam membina dan memberikan penyuluhan kepada orang tua atau keluarga lain tentang cara mengasuh balita, remaja, serta lansia dengan baik dan benar,” ucap Syahruddin.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKA) yang khusus ditujukan pada keluarga miskin.

Mereka dikelompokkan dalam kelompok UPPKS yang diharapkan dapat melakukan kegiatan ekonomi produktif. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta KB, kaum ibu memiliki waktu luang untuk berusaha meningkatkan pendapatan keluarga.

“Sehingga mereka bisa memperbaiki kesejahteraan bagi keluarga miskin maupun seluruh anggota kelompoknya,” tutur Syahruddin.

Lebih lanjut, mantan Camat Rappocini ini menjelaskan bahwa pola asuh orang tua sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter remaja, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Peran keluarga dalam pembinaan dan pengasuhan remaja sangat penting, karena pembentukan karakter remaja dimulai dari keluarga.

Menurutnya, banyaknya lansia bukanlah suatu ancaman jika mereka tetap produktif. Karena itu, BKKBN bersama lembaga lainnya mengembangkan program Lansia Tangguh. “Lansia Tangguh adalah upaya agar meskipun telah berusia di atas 60 sampai 70 tahun, lansia tetap produktif. Sementara BKB menyasar peningkatan pengetahuan serta keterampilan dalam mengasuh anak serta upaya pencegahan stunting,” paparnya.

Hingga saat ini, telah dibentuk 235 kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di Makassar. Selain itu, terdapat 246 kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR), 245 kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), 246 kelompok UPPKA, 5 PPKS, serta 51 kelompok Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja.

Dengan berbagai program dan inisiatif ini, DPPKB Makassar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat penurunan angka stunting di kota ini.(**)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Sorry Bro