KATADIA GOWA || Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, memberikan pembekalan kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam rangka kegiatan Orientasi dan Penguatan Teknis Bidang Tugas di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Kamis (5/6/2025).
Dalam materi yang berfokus pada Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta pengenalan dasar Napza, Kalapas Gunawan menegaskan pentingnya pemahaman dini terhadap bahaya narkoba dan peran strategis Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkungan pemasyarakatan.
“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Para CPNS harus memiliki bekal pengetahuan dan komitmen moral yang kuat untuk menghadapi tantangan tugas ke depan, terutama dalam isu narkotika yang menjadi ancaman serius bangsa,” ujar Gunawan.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, kedisiplinan, dan kewaspadaan terhadap berbagai modus penyelundupan narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan, sebagai bagian dari kontribusi nyata ASN dalam mendukung program nasional P4GN.
Sementara itu, pada hari ini, Selasa (10/6/2025), Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Narkotika Sungguminasa, Fadil, turut memberikan pembekalan teknis kepada para CPNS. Materi yang disampaikan mencakup strategi dan sistem pengamanan lapas, dengan penekanan khusus pada fungsi penjagaan pintu dan pos seperti Pintu Utama (P2U), pintu hunian, serta pos menara pengawas.
Fadil menyebutkan bahwa pemahaman mendalam terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketelitian dalam menjalankan fungsi pengamanan menjadi elemen penting dalam menciptakan stabilitas dan keamanan di lingkungan lapas.
Menanggapi keseluruhan rangkaian pembekalan, Kalapas Gunawan menyampaikan apresiasi atas semangat para CPNS dan dukungan penuh dari jajaran pengamanan. “Kami berharap pembekalan ini menjadi awal yang baik dalam membentuk aparatur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menjunjung tinggi etika profesi dan loyalitas kepada institusi,” ungkapnya.
Dengan pendekatan sinergis dan pembinaan berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak ASN yang tangguh, adaptif, serta berintegritas tinggi dalam menjalankan tugas keimigrasian dan pemasyarakatan di Sulawesi Selatan.(**)