KATADIA MAJENE || Komunitas Sipamandar.id bekerja sama dengan ITHLA DPW V STAIN Majene dan OSIS SMPN 1 Pamboang menggelar aksi bersih-bersih pantai atau Clean Up di kawasan Pantai Rewataa, Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Minggu (29/6/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah awal komunitas Sipamandar.id yang baru terbentuk pada 22 Juni 2025. Komunitas ini digagas oleh anak-anak muda yang prihatin terhadap kondisi pendidikan dan lingkungan di Pamboang.
Dalam aksi perdananya, para relawan membersihkan tumpukan sampah, terutama sampah plastik sisa makanan dan minuman, yang banyak ditemukan di sepanjang bibir Pantai Rewataa. Pantai ini dikenal sebagai lokasi peristirahatan favorit masyarakat yang melintas di jalur Trans Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.
“Kita lihat banyak pengunjung yang singgah di pantai ini, tapi sayangnya masih sering meninggalkan sampah. Ini bukti bahwa kesadaran masih sangat rendah, dan fasilitas pun tidak mendukung,” kata salah satu relawan kepada Katadia.co
Masalah Sampah dan Ketiadaan TPA
Selain minimnya kesadaran masyarakat, relawan juga menghadapi kendala lain di lapangan, yakni ketiadaan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) di wilayah Pamboang. Kondisi ini memicu kebiasaan membuang sampah ke laut atau sungai karena tidak adanya alternatif pengelolaan yang tersedia.
“Kalau di Pamboang, biasanya sampah dibuang ke laut atau sungai. Kami tahu itu salah, tapi kami tidak punya pilihan lain,” ujar Yusril Anam, salah satu peserta kegiatan.
Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap isu pengelolaan sampah di Pamboang dan wilayah pesisir lainnya.
Mengedukasi Lewat Aksi dan Media Sosial
Komunitas Sipamandar.id tidak hanya bergerak melalui aksi lapangan, tetapi juga aktif di media sosial dengan menyebarkan konten edukatif terkait isu lingkungan dan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, para penggagas berharap dapat memicu kesadaran kolektif masyarakat serta mendorong pemerintah untuk lebih serius dalam menangani persoalan lingkungan.
“Kami ingin membuktikan bahwa anak muda bisa berbuat. Bukan hanya sekadar resah, tapi juga bergerak,” tulis Sipamandar.id dalam pernyataan yang diterima Katadia.co
Aksi ini menjadi pengingat bahwa masalah lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat kini menanti, apakah gerakan ini akan berlanjut dan membawa perubahan nyata, atau berhenti sebagai simbolik semata.(**)