KATADIA BONE || Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bone disertai naiknya permukaan air laut di Teluk Bajoe menyebabkan banjir di sejumlah kelurahan pesisir Kecamatan Tanete Riattang Timur. Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari 1 meter dan merendam ratusan rumah warga sejak Jumat malam (4/7/2025).
Kelurahan yang terdampak paling parah adalah Panyula, Bajoe, Lonrae, Tibojong, dan Toro. Daerah-daerah ini berada di kawasan pesisir yang langsung berbatasan dengan Teluk Bajoe, menjadikannya rentan terhadap banjir akibat kombinasi hujan ekstrem dan pasang air laut.
Ratusan warga terdampak tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan mengalami isolasi di rumah mereka masing-masing. Sebagian besar dari mereka kesulitan mencari nafkah karena akses transportasi dan aktivitas ekonomi terputus akibat genangan air.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Bone segera menginstruksikan seluruh camat di wilayah Kabupaten Bone untuk membentuk Posko Darurat Bencana di masing-masing kecamatan.
“Banjir ini berdampak besar terhadap masyarakat pesisir. Saya telah memerintahkan seluruh camat untuk segera membentuk posko darurat dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan,” tegas Bupati Bone dalam pernyataan resminya.
Posko darurat di Kecamatan Tanete Riattang Timur telah didirikan dan melibatkan berbagai unsur, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Tim gabungan telah dikerahkan untuk menelusuri wilayah yang terendam banjir, mengevakuasi warga yang terjebak, serta membagikan bantuan makanan ringan kepada warga terdampak.
Masyarakat yang terdampak berharap agar air segera surut dan pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan yang lebih luas, termasuk kebutuhan pokok dan layanan kesehatan.
“Kami tidak bisa keluar rumah. Semoga air cepat surut dan ada bantuan dari pemerintah,” ujar salah satu warga Kelurahan Bajoe yang rumahnya tergenang hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Hingga Sabtu sore (5/7), petugas masih terus melakukan pemantauan dan evakuasi di wilayah terdampak. Pemerintah Kabupaten Bone mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut.(**)