KATADIA BARRU || Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menerima secara resmi kedatangan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar di Baruga Petta Toae, Lantai VI Mal Pelayanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Senin (7/7). Kehadiran mahasiswa ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Barru, yang kembali menjadi tuan rumah bagi program pengabdian masyarakat Unhas.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abustan menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memperkuat pengembangan potensi desa secara partisipatif. Ia menyoroti tiga desa lokasi KKN — Madello, Lampoko, dan Kamiri — yang masing-masing memiliki karakteristik unik dan potensi besar yang masih perlu digali dan dikembangkan secara optimal.
“Desa Madello dan Lampoko adalah desa pesisir, sementara Desa Kamiri berada di kawasan pegunungan dengan 70 persen wilayahnya berupa hutan lindung. Ketiganya punya potensi besar yang belum tergarap maksimal,” ujar Abustan.
Khusus Desa Madello, Abustan menyebut Pulau Panikiang yang berada di wilayah tersebut tengah dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Ia menugaskan kepala desa setempat untuk segera menyusun masterplan pengelolaan wisata yang menyasar segmen wisata alam dan keluarga.
“Pulau Panikiang sangat dekat dari daratan, hanya 15 menit perjalanan. Bisa dikembangkan menjadi tempat wisata malam, lokasi memancing, atau tempat menikmati kuliner laut. Saya minta mahasiswa bantu membuat narasi digital menarik soal ini,” pintanya.
Sementara itu, di Desa Lampoko, Wakil Bupati menyoroti potensi pertanian yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Ia mendorong pemberdayaan pemuda melalui pelatihan keterampilan dan pemanfaatan teknologi pertanian, terlebih di sana juga terdapat PLTU dan beberapa industri pertanian keluarga.
“Anak-anak muda Lampoko perlu keterampilan. Bawang merah dan semangka bisa jadi komoditas unggulan kalau dikembangkan dengan baik,” kata Abustan.
Berbeda dari dua desa lainnya, Desa Kamiri menghadapi tantangan keterisolasian, dengan akses jalan dan sinyal komunikasi yang sangat terbatas. Meski demikian, kawasan Rumpia di desa tersebut telah ditetapkan sebagai destinasi wisata alam.
“Keindahan alam Kamiri luar biasa, bahkan lebih menarik dibanding kawasan wisata seperti Malino. Di sana ada kopi, cengkeh, nanas, bahkan vila kecil tempat menginap di tengah kebun. Ini harus dipromosikan,” imbuhnya.
Abustan juga menekankan pentingnya digital storytelling dalam pengembangan potensi desa. Ia mencontohkan kesuksesan Bali yang mampu mengangkat pariwisatanya melalui narasi yang kuat, meski kerap dibumbui mitos.
“Buatkan narasi menarik tentang Panikiang, Lampoko, dan Kamiri. Tugas kalian adalah bantu promosikan ke dunia luar bahwa desa-desa ini punya potensi luar biasa,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati meminta mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dan menjalin kedekatan dengan masyarakat. Ia juga meminta mereka untuk menyelesaikan seluruh program yang direncanakan sebelum kembali ke Makassar.
“Kalau bisa, jangan pulang sebelum program selesai. Jaga semangat, jaga sikap, dan bantu desa berkembang,” pungkasnya.
Sementara itu, Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) Mahasiswa KKN Gelombang 114 Unhas, Rezky Ramadhani, S.S., M.Litt., mengungkapkan apresiasinya kepada Pemkab Barru atas konsistensinya menerima mahasiswa KKN setiap tahun.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan program, khususnya dalam tiga sektor prioritas Kabupaten Barru, yakni pertanian, peternakan, dan pariwisata. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan dan menjadikan KKN sebagai sarana belajar hidup bermasyarakat.
“KKN bukan sekadar program akademik, tapi juga wadah menempa empati, komunikasi, dan kebermanfaatan sosial,” jelasnya.
Untuk diketahui, sebanyak 22 mahasiswa KKN Unhas Makassar Gelombang 114 akan menjalankan program inovasi pengembangan desa selama kurang lebih dua bulan di tiga desa: Madello, Lampoko, dan Kamiri.
Acara penerimaan turut dihadiri oleh Pj. Sekda Barru, Plt. Kepala Bappelitbangda Barru, Sekretaris Dinas Pendidikan Barru, Sekretaris DPMPTSP Barru, Camat Balusu, Kepala Desa Madello, Kepala Desa Kamiri, perwakilan Kepala Desa Lampoko, mahasiswa KKN, serta tamu undangan lainnya.