Makassar
Bone Raih Terbaik I di SSIC 2025 Lewat Inovasi Bioetanol Berbasis Limbah Pertanian
Dipublikasikan
11 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kabupaten Bone kembali mencatat prestasi membanggakan di kancah investasi daerah. Dipimpin Bupati Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin, Pemkab Bone berhasil meraih peringkat Terbaik I dalam ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2025 berkat proyek unggulan Industri Bioethanol Berbasis Limbah Pertanian.
Kegiatan tahunan yang digagas oleh Forum PINISI SULTAN (Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan) ini digelar di Barru Ballroom, Novotel Makassar Grand Shayla, Senin (4/8/2025).
SSIC 2025 menghimpun 18 Investment Project Ready to Offer (IPRO) dari 16 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, dan enam terbaik diberi kesempatan untuk mempresentasikan langsung proyeknya di hadapan dewan juri nasional dan internasional.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, hadir mewakili Kabupaten Bone dan memaparkan proyek unggulan tersebut secara apik. Proyek ini dinilai sangat relevan dengan tantangan masa kini, yakni krisis energi, lingkungan, dan ekonomi lokal.
Dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan baku bioetanol, proyek ini tidak hanya menghadirkan energi terbarukan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan pengurangan polusi.
“Pencapaian ini adalah hasil dari arahan dan dukungan penuh dari Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Kami percaya bahwa Bone memiliki potensi besar untuk menjadi pionir dalam pengembangan energi berkelanjutan,” ujar Wabup Akmal usai menerima penghargaan.
Lokasi proyek bioetanol tersebut berada di Lingkungan Labekku, Kelurahan Majang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, dan digadang-gadang menjadi solusi strategis dalam mendukung transisi energi hijau di tingkat daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menegaskan bahwa SSIC bertujuan untuk memetakan dan mempromosikan proyek-proyek investasi potensial di Sulsel kepada calon investor dalam dan luar negeri.
“SSIC 2025 memperlihatkan bagaimana kolaborasi pemerintah daerah dapat menghasilkan proyek bernilai tinggi yang siap untuk ditawarkan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Asisten III Administrasi Pemprov Sulsel, Andi Darmawan Bintang, M.Dev.Plg, yang mewakili Gubernur Sulsel.
Ia menilai kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berikut daftar enam finalis SSIC 2025:
1. Kabupaten Bone – IPRO Industri Bioethanol Berbasis Limbah Pertanian (Terbaik I)
2. Kota Makassar – IPRO Makassar Untia Stadium (Terbaik II)
3. Kabupaten Luwu – IPRO Pengolahan Rumput Laut Terpadu (Terbaik III)
4. Kota Parepare – IPRO Sistem Penyediaan Air Minum Parepare (SPAMP)
5. Kabupaten Jeneponto – IPRO Pembangunan Pabrik Garam Industri
6. Kabupaten Luwu Timur – IPRO Pembangunan Rice Milling Unit
Tim penilai SSIC 2025 terdiri dari:
Sri Endang Novitasari (Kementerian Investasi/BKPM)
Erlin P. (British Embassy Jakarta)
Prof. Dr. Marsuki, DEA (Akademisi UNHAS)
Drs. H. Muh. Saleh, M.Si (Plt. Kepala Bappelitbangda Sulsel)
Dr. RR Meitri Hening Chrisna Daluarti (PT SUCOFINDO)
Dengan keberhasilan ini, Kabupaten Bone semakin memperkuat posisinya sebagai daerah yang siap dan terbuka terhadap investasi berbasis inovasi dan keberlanjutan.(**)
Anda juga mungkin suka


TP PKK Makassar Perkuat Peran Kader dalam Edukasi Pencegahan Penyakit Menular

Appi: Korupsi Dana BOS Rampas Hak Masyarakat

Polda Sulsel Ungkap 225 Kasus Curat Selama Semester I 2026

Trending
Makassar5 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Pendidikan3 minggu laluAchi Soleman Serahkan Reward untuk Sekolah dengan Progres Adiwiyata Terbaik
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah






