Nasional
GEDSI Jadi Sorotan di KIE Roadshow Makassar, Tekankan Peran Kelompok Rentan dalam Resiliensi Iklim
Dipublikasikan
10 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Isu kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) menjadi sorotan utama dalam lokakarya interaktif Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Roadshow Makassar yang digelar oleh KONEKSI. Rabu 20 Agustus 2025
Inisiatif kolaborasi antara Indonesia dan Australia di sektor pengetahuan dan inovasi ini menekankan pentingnya keterlibatan kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan lansia dalam upaya mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.
Program Manager INKLUSI–BaKTI, Lusia Palulungan, menegaskan bahwa perspektif GEDSI dapat menjadi katalisator pembangunan daerah yang lebih resilien terhadap dampak perubahan iklim.
“Pemangku kepentingan perlu memahami hambatan interseksionalitas berupa diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami kelompok rentan. Lokakarya ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan internalisasi konsep GEDSI,” ungkap Lusia.
Ia mencontohkan, kerentanan berlapis seringkali dialami individu dengan status sosial-ekonomi rendah, penyandang disabilitas, sekaligus kepala keluarga perempuan. Kondisi tersebut membuat mereka lebih rentan terhadap ketimpangan dalam menghadapi krisis iklim.
Dalam KIE Roadshow Makassar, sebanyak 50 peserta lintas sektor dari akademisi, pemerintah, komunitas, sektor usaha, hingga media diajak menyusun rencana aksi jangka pendek, menengah, dan panjang.
Salah satu usulan kreatif adalah konsep “politik meja makan”, yakni mendorong diversifikasi pangan bagi komunitas pesisir, sebuah gagasan yang selaras dengan praktik perempuan nelayan di berbagai daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, juga menekankan peran perempuan nelayan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
“Perubahan iklim memengaruhi musim dan mata pencaharian masyarakat. Saya melihat perempuan nelayan mampu beradaptasi dengan memanfaatkan kearifan lokal, misalnya mengawetkan hasil tangkapan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Selain itu, muncul pula gagasan kolaborasi penelitian akademisi dengan pendanaan swasta hingga aksi pemantauan terukur agar temuan dapat diimplementasikan dalam kebijakan pemerintah.
Menutup acara, Team Leader KONEKSI Jana Hertz mengapresiasi kontribusi peserta dan mendorong kolaborasi lintas sektor terus berlanjut.
“Implementasi perspektif GEDSI sangat penting agar kelompok rentan tidak semakin terpinggirkan dalam riset, kebijakan, maupun aksi nyata menghadapi perubahan iklim,” katanya.


DPMPTSP Makassar Ingatkan Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Periode Juli 2026

PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Lapas Narkotika Sungguminasa Beri Penghargaan Pegawai Berprestasi Triwulan II 2026

Trending
Makassar6 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional






