KATADIA MAKASSAR || Dalam upaya membentuk karakter siswa yang santun dalam bertutur dan berperilaku, UPT SPF SMP Negeri 15 Makassar kembali melahirkan inovasi luar biasa bertajuk RUDALTA (Ruang Adab Lisan dan Perbuatan). Senin 29 September 2025
Program ini menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter, etika berkomunikasi, serta pengendalian emosi di lingkungan pendidikan.
Kehadiran RUDALTA sejalan dengan sejumlah regulasi nasional dan daerah, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 37 Tahun 2019 tentang Sistem Inovasi Daerah, serta SK Wali Kota Makassar Nomor 4278/050.13/Tahun 2022 tentang Penetapan Proyek Strategis Kota Makassar.
Selain itu, inovasi ini juga merupakan implementasi dari Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 15 Makassar Herni Marlinda , S.Pd., M.,Pd menjelaskan bahwa inovasi RUDALTA berangkat dari keprihatinan atas maraknya kasus perundungan verbal, ejekan, gosip negatif, serta perilaku tidak sopan yang masih ditemukan di lingkungan sekolah.
“Kami melihat perlunya ruang khusus bagi siswa untuk belajar menata ucapan dan perbuatan. RUDALTA kami hadirkan bukan sebagai ruang hukuman, tetapi ruang kesadaran tempat siswa dibimbing untuk memahami dampak dari setiap kata dan tindakan mereka,” jelas Kepala SMPN 15 Makassar. Herni Marlinda
Berdasarkan data guru BK dan catatan wali kelas pada tahun ajaran 2024–2025, tercatat masih banyak kasus bullying verbal dan nonverbal yang berdampak pada konflik antarsiswa. Dari sinilah gagasan RUDALTA lahir — sebagai ruang pembinaan dan refleksi yang menekankan nilai-nilai adab, empati, dan komunikasi positif.
Tujuan dan Manfaat Program RUDALTA
Program RUDALTA memiliki tujuan utama untuk:
- Mengurangi ujaran dan perilaku negatif di lingkungan sekolah.
- Membiasakan siswa berkomunikasi positif, sopan, dan membangun.
- Menanamkan nilai-nilai karakter serta meningkatkan kecerdasan emosional.
Selain itu, manfaat dari inovasi ini sangat luas, di antaranya:
- Meningkatkan citra positif sekolah sebagai lembaga berkarakter.
- Menciptakan budaya sekolah yang santun dan harmonis.
- Mengurangi konflik internal dan kasus perundungan.
- Mendukung keberhasilan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
- Meningkatkan keharmonisan antarsiswa dan guru.
Metode Pelaksanaan dan Pendekatan Pembinaan
Pelaksanaan inovasi RUDALTA dilakukan melalui beberapa tahapan:
- Penjaringan Ide dan Koordinasi antara Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, serta guru BK untuk mencari solusi dari permasalahan yang terjadi.
- Pemaparan Ide dan Sosialisasi kepada seluruh stakeholder sekolah dan siswa.
- Pembentukan Ruang RUDALTA, yaitu ruang khusus pembinaan yang dipandu guru atau pembimbing sekolah.
- Pelaksanaan dan Evaluasi Berkala untuk memastikan efektivitas program.
“Siswa yang melakukan pelanggaran lisan atau perbuatan negatif akan diarahkan ke ruang RUDALTA. Di sana mereka tidak dihukum, tetapi diajak berdialog, merenung, dan memahami akibat dari perilakunya,” ungkap salah satu guru BK SMPN 15 Makassar.
Ruang ini menjadi tempat refleksi dan pembelajaran emosional, di mana siswa diberikan penguatan karakter melalui pendekatan komunikasi empatik dan contoh positif dari guru pembimbing.
Dampak Positif RUDALTA di Lingkungan Sekolah
Sejak diterapkannya inovasi ini, SMPN 15 Makassar mencatat penurunan signifikan terhadap kasus ujaran negatif dan bullying di lingkungan sekolah. Suasana belajar menjadi lebih kondusif, siswa lebih menghargai sesama, dan budaya saling menghormati tumbuh dengan kuat.
Beberapa perubahan yang terlihat nyata antara lain:
- Siswa mulai terbiasa menggunakan bahasa yang santun dan positif saat berinteraksi.
- Frekuensi konflik verbal dan perkelahian menurun drastis.
- Meningkatnya rasa empati dan kepedulian antar siswa.
- Siswa menjadi lebih percaya diri dan terampil dalam berkomunikasi sehat.
- Nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, sopan santun, dan empati mulai terinternalisasi dalam keseharian.
“Kami berharap RUDALTA menjadi wadah yang menumbuhkan kesadaran diri siswa. Mereka belajar bahwa ucapan dan perbuatan memiliki dampak, dan dengan memperbaikinya, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih beradab,” tambah Kepala Sekolah.
Keunggulan dan Kebaruan RUDALTA
Inovasi RUDALTA memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pendekatan tradisional:
- Respons Cepat dan Tepat: Sekolah dapat segera mengidentifikasi masalah melalui laporan siswa atau guru.
- Pembinaan Berbasis Kesadaran: Siswa dibimbing memahami kesalahan, bukan hanya diberi sanksi.
- Humanis dan Edukatif: Mengubah paradigma dari menghukum menjadi membina.
- Meminimalisir Kasus Bullying: Melalui pendekatan reflektif dan komunikasi positif.
- Membangun Budaya Adab Sekolah: Menjadikan sekolah sebagai tempat yang menumbuhkan rasa hormat, santun, dan empati.