Pemkot Makassar
Pemkot Makassar Kolaborasi dengan Kalla Land Bangun Jalur Riverside, Solusi Baru Atasi Kemacetan di Timur Kota
Dipublikasikan
9 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan perkotaan, khususnya kemacetan lalu lintas di kawasan timur kota.
Langkah konkret itu ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking pembangunan akses jalan alternatif Riverside Jalur Leimena–Perintis, yang digelar oleh PT Bumi Asri Nusa (Kalla Land & Property) di kawasan Bukit Baruga, Jumat (10/10/2025).
Proyek ini akan menghubungkan Kecamatan Manggala, Panakkukang, dan Tamalanrea, tiga wilayah dengan mobilitas tinggi yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan, terutama di jalur menuju Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Leimena.
Dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp100 miliar, jalur Riverside akan membentang sepanjang 3,8 kilometer, menjadi akses strategis pengurai kemacetan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Makassar.
Langkah Nyata Atasi Kemacetan
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa proyek jalan alternatif tersebut bukan hanya solusi transportasi, tetapi juga bagian dari visi besar pembangunan kota yang tertata, terhubung, dan berorientasi pada kenyamanan warga.
“Kami berkomitmen menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan perkotaan, termasuk kemacetan yang kerap terjadi di kawasan timur kota,” ujar Munafri.
“Salah satu langkah konkret yang kami mulai adalah pembangunan akses jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Manggala, Panakkukang, dan Tamalanrea hingga menuju Perintis dan BTP,” lanjutnya.
Appi—sapaan akrab Munafri—menyebutkan, pembangunan ini akan membawa dampak besar bagi perkembangan kawasan timur kota. Jalur baru tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan dan mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan jalan alternatif Leimena–Perintis ini akan memberikan dampak yang sangat baik, terutama dalam proses pembangunan perkotaan di Makassar,” ujarnya.
Menurutnya, proyek ini juga menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat penataan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Pemerintah kota akan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses perizinan dan percepatan pembangunan. Jika kita kawal bersama, proyek ini bisa selesai tepat waktu,” tegas politisi Golkar itu.
Perluasan Hingga BTP dan Relokasi Pedagang Leimena
Munafri juga mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar tengah mengkaji perluasan jalur hingga ke kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) untuk memperkuat konektivitas antarwilayah strategis di bagian timur kota.
Selain itu, ia menyoroti persoalan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Leimena yang kerap menyebabkan kemacetan. Untuk itu, Pemkot bersama Kalla Group berencana membangun pasar tradisional modern di dalam kawasan pengembangan sebagai lokasi relokasi pedagang pasar tumpah.
“Keluhan masyarakat terhadap pedagang pasar tumpah di Jalan Leimena insya Allah akan diberikan jalan keluar. Kami akan siapkan pasar modern di dalam kawasan, sementara pedagang akan direlokasi ke Pasar Toddopuli agar penataan bisa berjalan,” jelasnya.
Dengan lebar jalan mencapai 30 meter, akses Riverside dinilai cukup menampung arus kendaraan harian dan ditargetkan rampung kurang dari satu tahun.
“Dengan lebar 30 meter, saya pikir ini cukup untuk mengatur ritme kendaraan. Kami targetkan bisa selesai kurang dari setahun agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” tambah Munafri optimistis.
Kalla Land: Wujudkan Konektivitas dan Kehidupan Harmonis
Sementara itu, Chief Executive Officer Kalla Land & Property, Ricky Theodores, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jalur Riverside yang menjadi bagian dari komitmen jangka panjang pengembangan kawasan Bukit Baruga.
“Program ini merupakan komitmen kami dalam menghadirkan kawasan hunian yang nyaman, aman, dan terintegrasi,” ujarnya.
Menurut Ricky, jalur Riverside akan menjadi infrastruktur utama penghubung kawasan hunian, fasilitas publik, dan aktivitas warga, sehingga menghadirkan pengalaman tinggal yang lebih modern, efisien, dan berkualitas.
“Bagi kami, pembangunan kawasan bukan sekadar mendirikan bangunan, tetapi membangun ruang hidup yang menyatukan kenyamanan, keberlanjutan, dan konektivitas,” jelasnya.
Proyek senilai Rp100 miliar itu kini telah mencapai 70 persen progres pembebasan lahan, hasil dari sinergi pemerintah, stakeholder, media, dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang telah diberikan Pemerintah Kota Makassar. Semangat kolaborasi inilah yang menjadi fondasi kami dalam setiap langkah pembangunan ke depan,” pungkas Ricky.
Dengan terwujudnya jalur alternatif Riverside ini, Pemkot Makassar berharap kemacetan di kawasan timur dapat berkurang signifikan, sekaligus menghadirkan wajah baru kota yang lebih tertata, terhubung, dan berkelanjutan.
Anda juga mungkin suka


DPMPTSP Makassar Ingatkan Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Periode Juli 2026

PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Lapas Narkotika Sungguminasa Beri Penghargaan Pegawai Berprestasi Triwulan II 2026

Trending
Makassar6 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional









