KATADIA BONE || Dalam rangka peringatan ke-356 Tahun Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggelar berbagai kegiatan sepanjang bulan Oktober. Rangkaian acara ini akan berpuncak pada 19 Oktober 2025 mendatang dengan tema “Sulsel Maju dan Berkarakter.”
Tema tersebut sejalan dengan visi Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Hj. Fatmawati Rusdi. Kata “maju” mencerminkan semangat pembangunan lintas sektor, sementara “berkarakter” menegaskan pentingnya nilai-nilai integritas dan budaya lokal seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge’.
Sebagai bagian dari kegiatan serentak di 24 kabupaten/kota, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel melaksanakan program “Andalan Sehati” (Aksi Nyata Deteksi Dini, Lakukan Skrining Demi Harapan Hidup Sehat Kita) pada Selasa, 14 Oktober 2025. Kegiatan ini fokus pada deteksi dini kesehatan bagi pelajar, yang diikuti oleh lebih dari 10 ribu siswa di seluruh Sulawesi Selatan.
Di Kabupaten Bone, pelaksanaan screening kesehatan dipusatkan di UPT SMAN 1 Bone, dengan dukungan Puskesmas Watampone yang menurunkan 20 tim tenaga kesehatan. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMAN 1 Bone dan diikuti oleh 867 siswa dari berbagai tingkat kelas.
Kepala Sekolah UPT SMAN 1 Bone, Drs. Muhdar, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap kesehatan peserta didik.
“Bapak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Ibu Wakil Gubernur Hj. Fatmawati Rusdi menekankan agar peringatan ke-356 Tahun Provinsi ini digelar sederhana namun bermakna dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Muhdar.
Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan penglihatan dan pendengaran, serta pemeriksaan gigi dan mulut. Pemeriksaan lanjutan juga mencakup cek gula darah, anemia, keluhan tuberkulosis, serta talasemia.
Selain pemeriksaan fisik, kegiatan ini juga memuat konsultasi kesehatan mental bagi para siswa. Mereka diajak untuk mengenali dan berbicara tentang kondisi emosional seperti kecemasan dan stres agar dapat ditangani lebih dini.
Proses screening dimulai dengan pengisian kuesioner mengenai riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, hingga rujukan bagi siswa yang terdeteksi memiliki gejala penyakit tertentu.
Salah seorang siswi kelas X7, Andi Ayesha, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Kadang karena sibuk belajar dan padatnya kegiatan sekolah, kami tidak tahu kondisi kesehatan masing-masing. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilakukan lagi, tidak hanya saat HUT Sulsel,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah Drs. Muhdar, M.Pd, yang menilai program ini sangat membantu sekolah dalam memantau kondisi kesehatan siswanya.
“Kami bangga dipilih sebagai lokasi kegiatan. Ini memudahkan sekolah untuk mengetahui rekam kesehatan siswa secara menyeluruh, meskipun selama ini kami rutin bekerja sama dengan puskesmas setempat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Andalan Sehati, Pemprov Sulsel berharap generasi muda tumbuh lebih sehat, kuat, dan siap menjadi bagian dari masyarakat Sulsel yang maju dan berkarakter. (**)