Terhubung dengan kami

Kab Barru

Steering Committee Pimpin Jalannya Rakerda 2025 Menuju MUI yang Bergerak dan Kolaboratif

Dipublikasikan

pada

KATADIA BONE || Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone yang digelar pada Sabtu (18/10/2025) yang lalu di Aula Masjid Agung Al-Ma’arif Bone berlangsung sukses dan produktif.

Dijelaskan oleh Anggota Bu Hajja Farida Hanafing Rabu (22/10/2025) bahwa kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA ini dihadiri sekitar 150 peserta, terdiri dari pengurus MUI, tamu undangan dari berbagai organisasi keagamaan, dan unsur Forkopimda Kabupaten Bone.

Kegiatan ini juga dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum, H. A. Yusuf, S.IP., M.H., mewakili Bupati Bone sementara dari MUI Provinsi Sulawesi Selatan Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Prof. Dr. H. M. Arfin Hamid, S.H., M.H., mewakili Ketua MUI Sulsel.

Steering Committee (SC) memainkan peran strategis sebagai pengarah utama jalannya persidangan pleno yang menghasilkan berbagai keputusan penting dan program kerja unggulan MUI Bone untuk lima tahun ke depan oleh Ketua SC Dr. Ismail Keri, S.Ag., M.H.

Dijelaskan lebih jauh oleh Hj.Farida Hanafing SC ini berperan bahwa pelaksanaan Rakerda merupakan amanah organisasi sebagaimana diatur dalam Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT) MUI, di mana MUI tingkat kabupaten wajib menyelenggarakan Rakerda sedikitnya sekali dalam satu periode kepengurusan.

“Dalam Rakerda ini, pengurus melalui komisi-komisi yang ada di MUI Bone menyusun agenda kerja dalam bentuk program kerja yang terarah dan aplikatif,” ujar Ismail Keri di kutip Hj.Farida

SC mengatur jalannya sidang pleno dengan membagi peserta ke dalam empat komisi besar, yang merupakan gabungan dari 13 komisi bidang dan 1 komisi sayap baru, yaitu Komite Dakwah Khusus (KDK) yang baru saja dilantik oleh Ketua Umum MUI Bone.

Rapat pleno berlangsung dinamis dan produktif penuh gagasan. Banyak komisi merumuskan program kerja kolaboratif, baik secara internal antar-komisi maupun dengan lembaga pemerintah, swasta, dan organisasi keagamaan lainnya.

“Hal ini dimaksudkan agar MUI Bone dapat melakukan akselerasi dengan membangun kemitraan berkelanjutan. Hampir semua anggota komisi aktif berkontribusi dan menyampaikan gagasan yang konstruktif,” jelasnya

Secara umum, hasil Rakerda melahirkan rangkaian program kerja yang merepresentasikan gagasan keummatan dan kebangsaan, sebagai wujud nyata peran MUI dalam membangun umat, masyarakat, bangsa, dan negara.

Salah satu gagasan penting yang lahir dari forum ini adalah Konsep “MUI BERGERAK”, sebuah rancangan program simultan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat — seperti lembaga pendidikan, kesehatan, TNI/Polri, dan instansi negara lainnya — dalam satu pola kerja terpadu.

“Kami berharap pola penyusunan program kerja yang dilakukan secara terpadu ini juga akan diikuti dengan realisasi yang terpadu pula. Pemilik gagasan diharapkan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan program kerja tersebut,” tutur Dr. Ismail Keri

Dengan keterlibatan aktif seluruh komisi dan arahan Steering Committee, Rakerda MUI Bone 2025 tidak hanya menghasilkan dokumen program kerja, tetapi juga meneguhkan semangat sinergi dan kolaborasi MUI Bone sebagai lembaga keulamaan yang berperan strategis dalam pembangunan moral, karakter, dan kesejahteraan umat di Kabupaten Bone.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending