Pemkot Makassar
Pemkot Makassar Gerak Cepat Kendalikan Konflik Tallo, Puluhan Alat Perang Disita dari Lokasi Bentrokan
Dipublikasikan
7 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar terus melakukan langkah cepat dan terukur dalam menangani konflik antarwarga di wilayah utara Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Tallo, yang sebelumnya diguncang bentrokan antarkelompok pemuda hingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memantau langsung perkembangan situasi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar serta memperkuat koordinasi dengan jajaran TNI dan Polri.
Sejak Selasa hingga Rabu dini hari, seluruh unsur keamanan bergerak melakukan pemantauan intensif dan pengamanan di sejumlah titik rawan bentrokan. Kini, situasi berangsur kondusif.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Makassar, Fatur Rahim, mengungkapkan bahwa penyisiran dilakukan sejak malam hingga dini hari di berbagai titik yang dicurigai menjadi lokasi penyimpanan alat perang.
“Dengan berbagai kegiatan di lapangan, termasuk pembersihan, tadi malam Polrestabes dan TNI turun membersihkan. Dan kami hadir mewakili Pemerintah Kota di lokasi,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Fatur menyebut sejumlah alat perang kembali ditemukan di beberapa lokasi, mulai dari samurai, parang, bom molotov hingga alat pembuat busur. Menurutnya, temuan ini sangat membantu mengurangi potensi bentrokan lanjutan.
“Beberapa tempat terindikasi ditemukan alat-alat perang atau tawuran. Ini sangat mereduksi potensi perkelahian yang bisa terjadi di lapangan,” tambahnya.
Pemkot Makassar menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan serta memastikan warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Selain upaya pengamanan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan langkah penyelesaian jangka panjang melalui pendekatan keamanan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
Fatur menegaskan bahwa gerak cepat ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Munafri Arifuddin.
“Kita bersama tim semua bergerak kolaboratif. Pemerintah kota, kepolisian, TNI, termasuk Polda Sulsel. Semua menjalankan perannya masing-masing untuk meredam situasi,” jelasnya.
Setelah keamanan kembali stabil, Pemkot Makassar akan masuk dengan program pembinaan sosial, edukasi, serta pemberdayaan warga. Berbagai program seperti edukasi bahaya narkoba, pelatihan kerja hingga pengembangan ekonomi kreatif melalui Makassar Creative Hub akan digerakkan secara kolaboratif.
“Tahap pertama tentu keamanan. Setelah itu pemerintah masuk dengan edukasi bahaya narkoba, pemberdayaan pekerjaan sesuai karakter warga,” ungkap Fatur.
Terkait pemicu utama bentrokan, Fatur menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami berbagai informasi sebelum merilis pernyataan resmi.
“Indikasi-indikasi sudah terbaca, tetapi kami tidak bisa mengklaim. Kita menunggu rilis resmi dari kepolisian karena ini menyangkut tindak kriminal,” ujarnya.
Ketika disinggung apakah konflik ini berkaitan dengan maraknya peredaran narkoba di kawasan Sapiria, Fatur menyebut kemungkinan tersebut tetap terbuka.
“Bisa jadi. Baik perang kelompok, narkoba, semua kejahatan bisa terkait. Makanya sinergi kita dilakukan untuk penyelesaian secara menyeluruh,” tegasnya.
Seluruh SKPD terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Satpol PP, Damkar, hingga berbagai OPD lain telah disiagakan. Fatur memastikan seluruh perangkat pemerintah bekerja sesuai fungsi untuk merespons cepat setiap potensi gangguan.
“Kemarin ketika terjadi bentrokan susulan, pemadam dan polisi sudah berada dekat lokasi sehingga bisa bergerak cepat. Kesehatan pun standby. Semua bekerja dalam sinergi bersama,” jelasnya.
Mengenai rencana mempertemukan dua kelompok yang terlibat bentrok, Fatur mengatakan hal tersebut akan dibahas sebagai bagian dari langkah penyelesaian konflik, tetapi prioritas saat ini adalah menetralisir potensi bahaya.
“Saat ini fokus dulu mengurangi risiko, khususnya alat-alat perang di lokasi, serta memeriksa rumah yang berpotensi menyimpan barang berbahaya. Dari hasil penyisiran, ditemukan bom molotov, parang, busur hingga badik,” tutupnya.


DPMPTSP Makassar Ingatkan Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Periode Juli 2026

PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Lapas Narkotika Sungguminasa Beri Penghargaan Pegawai Berprestasi Triwulan II 2026

Trending
Makassar5 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional








