Terhubung dengan kami

Kab Bone

Peran PSMTI Persatukan Antara Marga Tionghoa dan Budha di Seminar IAPK FKUB Siap Rukun 2025

Dipublikasikan

pada

KATADIA BONE || Seminar Internasional Aktualisasi Peradaban Kerukunan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang mengusung tema

“Kerukunan as a Civilizational Icon: Indonesia Asta Cita in Maberre Ri Mappasitemmu Ininnawa Madeceng for World Peace”, bertempat di Hotel Helios Bone, Kabupaten Bone Senin (22/12/2025).

Seminar sebagai refleks nilai-nilai lokal Bone yang berpadu dengan semangat perdamaian dunia bagi kehadiran Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) cabang Bone membersamai 5 peserta lainnya tentu tidak serta merta membawa organisasi namun membawa perwakilan Agama Budha.

Wajarlah dan tepat FKUB selalu bersinergi dengan beberapa organisasi lainnya seperti BAMAG LKKI yang belum setahun kehadirannya di Kabupaten Bone.

PSMTI merupakan organisasi yang bukan berbasis keagamaan. Namun demikian, PSMTI justru mampu menjadi wadah pemersatu dan perdamaian bagi masyarakat Tionghoa yang berasal dari latar belakang agama yang berbeda-beda. Meskipun agama Buddha menjadi simbol mayoritas di kalangan marga Tionghoa, hal tersebut tidak menciptakan sekat, melainkan memperkuat kebersamaan, terutama dalam kegiatan sosial.

Berbagai aksi sosial dilakukan secara inklusif, mulai dari dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan sekolah, keterlibatan dalam pembangunan masjid maupun tempat ibadah lainnya, pendirian sarana olahraga, hingga bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa memandang perbedaan agama maupun suku.

FKUB bagi PSMTI hanya perbedaan kegiatan sosial, FKUB saat ini belum fokus kesana, namun terkait kerukunan PSMTI sudah lama melakukannya.

Dikutip sebagian sambutan Wakil Bupati Bone menutup Seminar menegaskan bahwa kerukunan merupakan modal utama dalam membangun bangsa dan peradaban. Menurutnya, tanpa kerukunan, pembangunan sosial dan kemajuan daerah akan sulit terwujud. Ini bukti bahwa Kerukunan terwujud jika dibarengi pembangunan sosial

“Kerukunan adalah modal utama dalam membangun bangsa. Bone patut bersyukur karena hingga hari ini kehidupan umat beragama dapat berjalan dengan aman dan harmonis,” ujar Andi Akmal Pasluddin.

Melalui seminar internasional ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap nilai-nilai kearifan lokal, dialog lintas iman, serta semangat persaudaraan dapat terus diperkuat, tidak hanya untuk Bone dan Indonesia, tetapi juga sebagai kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.(ANDIS)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending