Terhubung dengan kami

Uncategorized

Perumda Pasar Makassar Raya Bangkit, Setor Dividen Rp1,3 Miliar ke Pemkot

Dipublikasikan

pada

Upaya pembenahan menyeluruh terus dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya di tengah kompleksitas persoalan pasar tradisional

KATADIA MAKASSAR || Upaya pembenahan menyeluruh terus dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya di tengah kompleksitas persoalan pasar tradisional yang telah berlangsung bertahun-tahun. Mulai dari penataan pedagang hingga perbaikan tata kelola retribusi, langkah-langkah tersebut kini mulai menunjukkan hasil yang signifikan.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ali Gauli Arief, Perumda Pasar Makassar Raya tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis kepada pedagang serta pembenahan sistem manajemen secara menyeluruh. Transformasi ini dilakukan sebagai respons atas kondisi perusahaan yang sebelumnya sempat mengalami kerugian, sekaligus menjawab tantangan pengelolaan 18 pasar induk dan sejumlah pasar darurat di Kota Makassar.

Ali Gauli Arief memaparkan secara terbuka progres peningkatan pendapatan, kebijakan penarikan retribusi, penataan pedagang pasar tradisional, hingga pembenahan internal perusahaan sejak dirinya memimpin Perumda Pasar Makassar Raya.

“Melalui penerapan digitalisasi, evaluasi sumber daya manusia, serta penguatan koordinasi lintas instansi, kami berupaya meminimalkan kebocoran pendapatan dan menciptakan pasar yang lebih tertib, bersih, dan berdaya saing,” ujar Ali Gauli Arief, Senin (5/1/2026), didampingi Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Raya, Rusli Patara.

Di bawah kepemimpinan direksi baru yang belum genap satu tahun menjabat, Perumda Pasar Makassar Raya berhasil membukukan capaian finansial signifikan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan daerah ini mampu menyetor dividen hingga Rp1,3 miliar kepada Pemerintah Kota Makassar.

Capaian tersebut menjadi penanda kebangkitan kinerja perusahaan sekaligus bukti perubahan arah manajemen yang lebih terukur, disiplin, dan berorientasi pada pembenahan internal. Di tengah tantangan klasik pengelolaan pasar, direksi baru dinilai mampu mengembalikan kepercayaan publik dan pemerintah daerah terhadap Perumda Pasar sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tahun ini kami mampu memberikan sharing dividen tertinggi, sekitar Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar. Sebelumnya pada 2023 hanya sekitar Rp750 juta. Ini bukan semata soal laba, tetapi kontribusi kepada pemerintah kota,” tegas Ali Gauli.

Ia optimistis tahun 2026 akan menjadi tahun fundamental bagi Perumda Pasar Makassar Raya. Menurutnya, apabila pembenahan berjalan konsisten, pendapatan perusahaan ke depan akan semakin kuat secara bisnis.

Terkait penarikan retribusi, Ali Gauli menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan sesuai ketentuan peraturan daerah. Penarikan retribusi berlaku atas aktivitas jual beli yang berlangsung di atas fasilitas milik pemerintah, namun tidak berarti melegalkan aktivitas berdagang di lokasi yang tidak semestinya, seperti di badan jalan.

“Ketika aktivitas jual beli berlangsung di atas fasilitas negara, pemerintah memiliki kewenangan menarik retribusi. Namun secara prinsip, keberadaan pedagang di lokasi tersebut tetap tidak dibenarkan,” jelasnya.

Ia juga mengakui kondisi fisik sejumlah pasar di Makassar sudah tidak layak. Meski demikian, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembenahan. Perumda Pasar tetap berupaya memaksimalkan potensi yang ada sembari merancang perbaikan jangka panjang.

Sebagai bentuk pendekatan kepada pedagang, Perumda Pasar Makassar Raya rutin menggelar kerja bakti setiap hari Jumat di seluruh pasar. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak guna meningkatkan kebersihan dan kenyamanan pasar.

Saat ini, Perumda Pasar Makassar Raya mengelola 18 pasar induk, sejumlah pasar darurat, serta kawasan pedagang kaki lima. Perusahaan daerah ini juga mencatatkan peningkatan pendapatan sepanjang 2025 dan kembali memberikan kontribusi dividen tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Ali Gauli mengungkapkan, sebelum dirinya menjabat, Perumda Pasar Makassar Raya mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut. Bahkan hingga April 2025, kondisi perusahaan masih tercatat negatif.

“Setelah kami masuk dan melakukan pembenahan internal secara menyeluruh, kinerja mulai membaik. Digitalisasi sistem pembayaran dan evaluasi pegawai menjadi kunci,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah pegawai Perumda Pasar telah berkurang dari 511 orang menjadi 377 orang, dan masih akan dievaluasi. Meski menghadapi keterbatasan keuangan, manajemen berkomitmen terus melakukan perbaikan demi keberlanjutan perusahaan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending