Terhubung dengan kami

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Hadiri Dharma Santi Nyepi, Tegaskan Makassar Kota Inklusif dan Toleran

Dipublikasikan

pada

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi yang digelar di Hotel Harper Makassar,

KATADIA MAKASSAR || Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi yang digelar di Hotel Harper Makassar, Jumat malam (3/04/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta unsur Forkopimda Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa rangkaian perayaan keagamaan yang berlangsung di Kota Makassar sejak akhir tahun hingga saat ini menjadi bukti nyata kuatnya nilai toleransi di tengah masyarakat.

Ia menyebut, berbagai perayaan mulai dari Natal, Cap Go Meh, Idulfitri, hingga Nyepi dan Dharma Santi, seluruhnya berjalan dengan harmonis.

“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar adalah kota yang sangat inklusif, sangat mengedepankan toleransi dan hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.

Munafri menilai keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan kekuatan utama dalam mendorong pembangunan daerah. Ia mengibaratkan keberagaman seperti perpaduan warna yang menciptakan keindahan.

“Kalau hanya satu warna, tidak akan indah dipandang. Tapi ketika beragam, justru menjadi lebih indah. Begitu juga dengan keberagaman kita,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu di Kota Makassar yang dinilai konsisten menjaga harmoni dan toleransi, termasuk melalui pelaksanaan kegiatan keagamaan yang sarat nilai budaya.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu mengaku terkesan dengan ornamen dan properti khas Hindu yang ditampilkan dalam rangkaian perayaan Nyepi yang dihadirinya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa suasana toleransi yang terjaga akan berdampak langsung terhadap iklim investasi di daerah. Menurutnya, di era keterbukaan informasi, citra kota yang damai dan inklusif menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.

“Kadang-kadang banyak sekali hal-hal yang sebenarnya dianggap kecil, tapi tanpa disadari mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap iklim investasi di Kota Makassar,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen memperkuat kerukunan, Munafri mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan sejumlah “Kampung Toleransi” sebagai wilayah percontohan kehidupan harmonis antarumat beragama.

Program tersebut akan dikolaborasikan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, dengan menghadirkan kawasan yang merepresentasikan keberadaan berbagai rumah ibadah dalam satu wilayah.

Munafri berharap perayaan keagamaan umat Hindu ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antarumat beragama sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga toleransi di Kota Makassar.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendrajaya, menjelaskan bahwa perayaan Tahun Baru Saka memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan perayaan tahun baru lainnya.

Menurutnya, umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka melalui rangkaian spiritual, salah satunya Catur Brata Penyepian yang menitikberatkan pada refleksi diri dan penyucian.

“Umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka dengan rangkaian spiritual, salah satunya melalui Catur Brata Penyepian, yang menekankan refleksi diri dan penyucian,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen umat Hindu untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan Kota Makassar.

“Jika dibutuhkan, umat Hindu siap berada di garda terdepan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar,” pungkasnya.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending