KATADIA MAKASSAR || Organisasi Masyarakat (Ormas) MAKI menyampaikan kekecewaannya atas batalnya kegiatan sosialisasi yang sedianya digelar di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Lorongku Bersinar, Keluarga Bebas Narkoba” itu merupakan program tingkat Kota Makassar yang direncanakan berlangsung di 15 kecamatan dan diawali dari Kecamatan Tamalate.
Ketua pelaksana kegiatan dari MAKI, Hidayat Akbar S.H., mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Bahkan, surat resmi kepada Pemerintah Kota Makassar dan pihak Kecamatan Tamalate disebut telah dilayangkan sejak beberapa waktu lalu.
“Sebenarnya kegiatan ini adalah kegiatan tingkat Kota Makassar yang akan dilaksanakan di 15 kecamatan dan dimulai dari Kecamatan Tamalate,” ujarnya.
Menurut Hidayat, MAKI telah mengajukan sejumlah permohonan kepada pihak kecamatan, mulai dari penggunaan aula kantor kecamatan, menghadirkan peserta dari unsur masyarakat hingga penunjukan liaison officer (LO) dari pihak kecamatan.
“Kami sudah menyurat kepada Pemerintah Kota Makassar dan Kecamatan Tamalate untuk menyiapkan fasilitas kegiatan serta menghadirkan peserta dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Karang Taruna, ketua RT/RW, dan perwakilan dari 11 kelurahan di Kecamatan Tamalate,” jelasnya.
Selain itu, MAKI juga meminta adanya satu orang staf kecamatan sebagai penghubung guna membantu koordinasi selama kegiatan berlangsung.
Namun, pada hari pelaksanaan, kegiatan tersebut tidak berjalan sesuai rencana lantaran peserta yang diharapkan hadir tidak berada di lokasi kegiatan.
“Kami sangat kecewa karena niat baik ini justru tercederai oleh kondisi seperti ini. Padahal seluruh persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari,” katanya.
Hidayat menegaskan seluruh pendanaan kegiatan dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari pemerintah daerah. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen MAKI untuk bersinergi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan narkoba di tengah masyarakat.
“Sumber anggaran kami mandiri. Kami tidak membebankan kegiatan ini kepada pemerintah kota ataupun kecamatan. Karena niat kami hanya ingin bermanfaat untuk masyarakat dan bersinergi bersama pemerintah,” tegasnya.
Ia menilai upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara masif hingga tingkat paling bawah di masyarakat, termasuk melalui penguatan peran RT/RW dan kelurahan.
“Kami punya target bahwa penanganan narkoba tidak bisa hanya dilakukan lewat kegiatan seremonial. Harus masif sampai ke tingkat RT/RW dan masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, MAKI bahkan berencana menempatkan anggota di setiap kelurahan sebagai pengawas sekaligus pendamping masyarakat dalam upaya pencegahan narkoba.
Dalam keterangannya, pihak MAKI mengaku heran karena koordinasi dengan pihak Kecamatan Tamalate disebut telah dilakukan secara intensif, baik melalui surat resmi, komunikasi langsung maupun melalui aplikasi WhatsApp.
“Kami sudah koordinasi satu bulan sebelumnya dan lebih intens dua minggu terakhir. Makanya kami heran kenapa tiba-tiba kegiatan ini batal dan peserta tidak hadir,” katanya.
Ia juga mengungkapkan adanya informasi bahwa pihak kecamatan baru melakukan pemanggilan peserta saat para pemateri dari sejumlah instansi telah hadir di lokasi kegiatan.
Meski kecewa, MAKI memastikan tetap akan melakukan tindak lanjut dan berharap sinergi dengan Pemerintah Kota Makassar tetap berjalan baik dalam mendukung program pencegahan narkoba.
Sementara itu, Kepala Bidang Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Dinas Sosial Kota Makassar, Zuhur, menilai persoalan tersebut kemungkinan dipicu miskomunikasi antara pihak penyelenggara dan kecamatan.
“Saya tidak tahu persis apa permasalahannya, namun yang saya lihat ini hanya persoalan miskomunikasi. Artinya, MAKI sudah berbuat yang terbaik untuk membantu Pemerintah Kota Makassar dan mereka juga tentu berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah kota. Karena itu kami hadir di sini sebagai bentuk dukungan,” ujarnya.
Menurut Zuhur, kemungkinan kendala terjadi pada sisi komunikasi maupun administrasi di tingkat kecamatan.
“Yang mungkin kurang hanya komunikasi dari pihak kecamatan. Saya sendiri belum mengetahui secara detail bagaimana administrasinya, apakah memang ada permohonan resmi terkait kehadiran peserta atau seperti apa,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh kegiatan sosialisasi pencegahan narkoba yang dilakukan MAKI karena dinilai membantu pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di masyarakat.
“Kami menilai kegiatan ini sangat membantu pemerintah kota, khususnya dalam upaya pemberantasan narkoba dan pencegahan penyalahgunaan narkotika yang saat ini memang sangat marak di tengah masyarakat,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Ormas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Chaidir S.STP., M.Si., juga menyampaikan kekecewaannya atas batalnya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh kegiatan sosial dan edukasi bahaya narkoba yang dilakukan organisasi masyarakat sebagai bentuk kolaborasi membantu program pemerintah.
“Kalau saya dari Pemerintah Kota Makassar tentunya sangat mendukung penuh kegiatan tersebut. Karena itu kami hadir di sini sebagai bentuk dukungan pemerintah,” ujarnya.
Chaidir menilai tidak maksimalnya koordinasi dan kehadiran peserta membuat kegiatan tersebut gagal terlaksana sesuai rencana.
“Tidak terjadinya sinkronisasi ini sehingga ada keganjalan juga buat kami dan menyebabkan kegiatan ini tidak terlaksana,” katanya.
Ia juga menyebut MAKI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
“Kami anggap teman-teman Ormas MAKI ini merupakan perpanjangan tangan pemerintah kota dalam membantu melaksanakan program strategis wali kota,” jelasnya.
Kesbangpol Makassar memastikan persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa di kecamatan lain dapat berjalan lebih maksimal.
“Kami dari Pemerintah Kota Makassar meminta maaf atas ketidaklaksanaan kegiatan ini. Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini bisa berjalan maksimal dan tidak terjadi lagi,” tutup Chaidir.
Sementara Camat Tamalate saat dikonfrmasi mengatakan “ kami sebagai Pihak pemerintah Kecamatan Tamalate sudah memberikan Fasiitas tempat, namun adanya sedikit miskomunikasi sehingga terjadi batalnya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan MAKI Sulsel.
Terkait Surat sampai sekarang belum ada kami lihat dan suratnya lewat di mana apakah lewat bagian umum atau bagaimana, tapi kalau lewat umum pasti saya tahu dan pasti saya tanda tangani.. “ Jadi kami hanya tahunya memakai Fasilitas tempat dan kami tidak tahu jika kami yang menyiapkan pesertanya..