Terhubung dengan kami

Pemkot Makassar

Makassar dan Jepang Perkuat Kerja Sama, Smart JAMP Siap Pantau Banjir Secara Real-Time

Dipublikasikan

pada

Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memperkuat upaya penanganan banjir melalui kolaborasi internasional.

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memperkuat upaya penanganan banjir melalui kolaborasi internasional. Salah satu langkah strategis yang kini memasuki tahap implementasi adalah kerja sama dengan Nihon Suido Consultants dari Jepang untuk menghadirkan teknologi pemantauan banjir berbasis data dan sistem peringatan dini.

Setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada November 2025 lalu, Pemerintah Kota Makassar bersama pihak Jepang menggelar rapat lanjutan di Balai Kota Makassar, Selasa (9/6/2026), guna membahas pelaksanaan proyek Smart JAMP di Kota Makassar.

Pertemuan tersebut menjadi tahap awal implementasi teknologi mitigasi banjir yang dirancang untuk memberikan informasi kondisi banjir secara real-time sehingga pemerintah dapat mengambil langkah cepat dan tepat dalam penanganan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Senior Manager for Project Strategy Nihon Suido Consultants, TOBE Tatsuya, memaparkan rencana pelaksanaan proyek serta mekanisme kerja sistem sensor yang akan digunakan untuk memperkuat mitigasi bencana banjir di Makassar.

Menurutnya, proyek akan diawali dengan demonstrasi skala kecil di sejumlah titik yang selama ini menjadi kawasan rawan banjir.

“Proyek akan kita mulai dengan demonstrasi skala kecil di titik rawan banjir Kota Makassar,” ujarnya.

Menanggapi paparan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas komitmen dan dukungan yang diberikan Pemerintah Jepang melalui kerja sama tersebut. Ia menegaskan Pemkot Makassar siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran implementasi proyek.

“Terima kasih atas presentasinya. Kami dari Pemkot Makassar akan mempersiapkan bersama apa yang perlu dilakukan untuk menjalankan teknologi ini,” kata Munafri.

Munafri juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk aktif terlibat dan memaksimalkan peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, dukungan pendanaan yang berasal dari Pemerintah Jepang harus dimanfaatkan secara optimal agar menghasilkan sistem pengendalian banjir yang efektif dan berkelanjutan.

“Pendanaannya datang dari kementerian di Jepang, jadi ini benar-benar harus terus mengikuti prosesnya. Tolong dijalankan dengan benar,” tegasnya.

Ia menilai penerapan teknologi pemantauan banjir berbasis sensor dan sistem peringatan dini menjadi kebutuhan penting bagi Kota Makassar yang setiap tahunnya masih menghadapi ancaman banjir di sejumlah wilayah.

Menurut Munafri, kehadiran teknologi tersebut akan membantu pemerintah dalam melakukan langkah antisipatif, meminimalkan dampak banjir, serta mempercepat proses pengambilan keputusan saat terjadi kondisi darurat.

“Bagi kami Kota Makassar ini sangat penting, karena setiap tahun kami terdampak banjir di beberapa area tertentu dan kadang-kadang banjir parah. Sehingga itulah kenapa kita memerlukan langkah antisipasi ini,” ujarnya.

Selain itu, Munafri meminta agar proses pelaksanaan proyek dievaluasi secara berkala. Ia juga mendorong adanya komunikasi intensif melalui pertemuan virtual bersama tim Jepang untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target yang telah disepakati.

Pemerintah Kota Makassar berharap kolaborasi dengan Jepang melalui proyek Smart JAMP dapat menghadirkan inovasi baru dalam sistem mitigasi bencana sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan di Kota Daeng.

“Saya berharap kita bisa membangun kerja sama yang baik bersama untuk membuat sesuatu yang baik di Kota Makassar,” tutup Munafri.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending